Log in

Demo di Eks PT Arun Rusuh

Massa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Blang Lancang melakukan aksi demo di depan Pintu II eks-Kompleks Kilang LNG PT Arun NGL. Massa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Blang Lancang melakukan aksi demo di depan Pintu II eks-Kompleks Kilang LNG PT Arun NGL.

Lhokseumawe-andalas Aksi demo berlangsung di depan Pintu II eks-Kompleks Kilang LNG PT Arun NGL, Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe berlangsung rusuh. Massa merusak pagar perkarangan perusahaan untuk bisa masuk, yang dikawal ketat pihak kepolisian, Senin (9/12)

Kehadiran ratusan massa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL) menuntut hak masyarakat Aceh sesuai dengan Otonomi Khusus (Otsus) serta konsesi masyarakat Blang Lancang.

Para pendemo kebanyakan kaum ibu tersebut menggelar aksinya sejak pukul 09.30 WIB berjalan tertib. Namun, sekitar pukul 10.47 WIB, aksi itu mulai memanas. Massa membakar ban bekas. Sejumlah pendemo merusak pagar bagian kiri Pintu II eks-Kompleks Kilang LNG PT Arun untuk bisa masuk ke kompleks , akibat tidak ada satu perwakilan dari pihak perusahaan yang menemui mereka.

Petugas kepolisian terpaksa menggunakan water canon ke arah massa untuk membubarkan massa. Tetapi tidak menyurutkan semangat pendemo.

“Kami sebagai pemilik ulaya atau tanah adat meminta kepada Presiden RI untuk mencabut konsesi PT PAG, PT PHE, PT BAS dan Medco di tanah Blang Lancang,” ungkap Tri Juwanda wakil Ketua IKBAL.

Kemudian ia mengatakan, dana Otonomi Khusus Aceh berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006  penggunaannya tidak menyejahterakan masyarakat Aceh agar dievaluasi kembali sesuai falsafah Pancasila Republik Indonesia. Meminta Presiden Joko Widodo untuk membentuk staf khusus presiden dalam pengawasan Otsus Aceh dan Papua.

“Kami meminta DPR RI membentuk rancangan undang-undang (RUU) tanah adat dengan hak ulayat. Kami juga meminta kepada Presiden RI diberikan desa otonomi baru. Itu berdasarkan pengorbanan harta benda kami untuk kepentingan negara dalam mengharumkan nama bangsa Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” harapnya.

Sementara itu Wakapolres Lhokseumawe Kompol Mughi Prasetyo Habrianto, mengatakan massa sempat sedikit emosi dan terjadi dorong dorongan sehingga pagar eks-Kompleks Kilang Arun roboh.

Kemudian ia menyebutkan, kita terus menghimbau agar jangan sampai yang merusak, sehingga disemprot menggunakan water canon karena masyarakat yang sudah emosi.

“Kita menurunkan sekitar 300 personel gabungan dari Polres Lhokseumawe dan Brimob Detasemen B Jeulikat,” imbuhnya. (MUL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px