Logo
Print this page

Dilarang Berkeliaran di Malam Hari


Anak-Anak dan Wanita di Aceh Utara

Lhoksukon-andalas Sebanyak 28 organisasi masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Forum Silaturrahmi Ormas Se-Aceh Utara menyerukan kepada anak-anak usia sekolah dan kaum wanita untuk tidak berkeliaran di malam hari. Seruan yang ditandatangani perwakilan ke-28 Ormas se-Aceh Utara itu disampaikan dalam acara deklarasi usai Salat Zuhur berjemaah di Masjid Agung Baiturrahim, Lhoksukon, Rabu (10/7).

Turut hadir saat acara deklarasi itu Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib, seluruh pejabat Forkopimda, sejumlah ulama, pimpinan dayah, tokoh masyarakat, para pimpinan ke-28 Ormas. Dua poin yang menjadi inti seruan Ormas se-Aceh Utara yakni, pertama, anak usia 17 tahun ke bawah tidak dibenarkan berkeliaran pada malam hari dan pada jam belajar tanpa didampingi orangtua/wali.

Kedua, kaum perempuan tidak dibenarkan berkeliaran pada malam hari tanpa didampingi suami atau mahram. Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib mengatakan sangat yakin deklarasi dan seruan Ormas tersebut akan didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal itu didasarkan atas kekhawatiran bersama akan kondisi anak-anak Aceh Utara pada masa mendatang.

“Di Aceh Utara sudah banyak indikasi penyakit-penyakit masyarakat dan yang paling mengkhawatirkan adalah narkoba. Ini perlu mendapat perhatian dan keseriusan kita bersama,” ungkapnya.

Menurut dia, Pemkab bersama DPRK Aceh Utara telah merumuskan aturan terkait ketertiban anak-anak usia sekolah, khususnya pada malam hari.  “Aturan berbentuk qanun itu mulai disiapkan pada 2016 dan telah dikirim ke Pemerintah Aceh untuk dilakukan pengkajian dan verifikasi, tapi sampai saat ini belum selesai,” jelasnya.

Pada tahun 2014,  pihaknya juga telah membuat aturan dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Penguatan Syariat Islam, yang isinya antara lain mencakup kebijakan agar anak-anak SD yang melanjutkan sekolah ke jenjang SMP harus mampu membaca Alquran. Hal ini dilakukan agar anak-anak usia sekolah rajin mengaji, tidak asyik berkeliaran atau nongkrong di warung kopi pada malam hari.

Dirinya mengharapkan, agar qanun tentang larangan anak berkeliaran pada malam hari dapat segera terwujud. “Dalam waktu dekat harus lahir qanun, jangan sampai ada lagi anak-anak sekolah berkeliaran di luar di atas jam 10 malam. Apabila ada kita beri sanksi dengan cara dinasihati dan pembinaan di masjid, dayah atau pesantren, kemudian diserahkan kembali ke orangtuanya,” imbuhnya. (MUL)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com