Log in

DLH Pidie Belum Becus Tangani Sampah

Inilah tumpukan sampah yang belum diangkut ke TPA sehingga menuai kritik warga Kota Sigli Inilah tumpukan sampah yang belum diangkut ke TPA sehingga menuai kritik warga Kota Sigli

Sigli-andalas Pemerintah Kabupaten Pidie dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) belum becus menangani persoalan sampah. Hal itu dibuktikan dengan menggunungnya sampah di tempat pembuangan sementara yang berlokasi di Jalan Iskandar Muda, Kota Sigli.

Selain merusak keindahan taman kota, tumpukan sampah di tempat itu juga menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga sangat dikeluhkan masyarakat. Sejumlah tokoh masyarakat pun mengecam keras 'pembiaran' sampah di lokasi tersebut.

"Ini sudah sangat keterlaluan sekali dan sangat merusak lingkungan kota," sebut Tgk Muhammad Natsir diamini tokoh masyarakat Pidie lainnya seperti HM Djamil, Tgk Sofyan Wahab, dan Drs Yusri Ishak, Selasa (11/6) siang.

Menurut mereka, seharusnya pemerintah daerah mencari lokasi lebih layak untuk penampungan sementara sampah produksi masyarakat tersebut, sehingga tidak berdampak buruk bagi lingkungan.

"Lihat saja tumpukan sampah sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),  berserakan dan menimbulkan bau menyengat hidung warga Kota Sigli yang lalu lalang di jalan utama tersebut," timpal tokoh masyarakat lainnya, Tgk Bustami. Pengamatan andalas lokasi pemilahan sampah tersebut berada di ujung dari taman kota, serta sangat dekat dengan pinggiran Jalan Iskandar Muda atau jalan utama Kota Sigli.

Tak Ada Lokasi

Kepala DLH Kabupaten Pidie Drs Haji Muslim saat dikonfirmasi andalas, Selasa (11/6) sore, membenarkan adanya keluhan dan kritikan masyarakat tersebut, dan pihaknya sedang berusaha mencari lokasi baru untuk tempat pembuangan sampah sementara.

"Kami akan berusaha memindahkan lokasi ke lahan perencanaan pembangunan kantor baru DLH di jalan lingkar Kota Sigli," ungkapnya. Muslim mengatakan, lokasi baru bisa di kawasan Gampong Blang Paseh, Kota Sigli, atau dengan luas tanah 60 X 60 meter bujur sangkar. "Kita juga berharap pengadaan tanah untuk lahan tersebut dapat terealisasi tahun 2019 ini," sebutnya.

Kendati begitu Muslim membantah sampah di lokasi yang dikeluhkan masyarakat saat ini terlalu bau. Menurutnya jika sangat bau, maka orang pertama yang tidak mampu menahannya adalah pekerja pengangkut sampah. "Termasuk paling utama adalah pekerja yabg memilah sampah," sebutnya.

Dia juga mengatakan seharusnya masyarakat tidak membuang sampah yang masih bernilai ekonomis, karena tidak semua sampah digiring ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)  di Cot Padang Lila, Kecamatan Padang Tijie.

Muslim juga mengimbau agar masyarakat tidak seharusnya membuang sampah yang jenisnya bangkai ayam, kucing, kotoran manusia, kepala udang, dan sejenis lainnya, karena dapat menimbulkan aroma bau yang menusuk hidung.

Diakuinya, tingkat kesadaran masyarakat tentang sampah sangat rendah. Mereka membuang sampah sembarangan, baik di tanah kosong di pinggiran jalan maupun ke got atau ke sungai meski pihak DLH terus memberikan penyuluhan. (DHIAN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px