Log in

Elpiji Melon Langka di Pidie

Ilustrasi warga membeli elpiji 3 Kg di agen pengecer atau pangkalan. Ilustrasi warga membeli elpiji 3 Kg di agen pengecer atau pangkalan.

Pemkab Diminta Tertibkan Restoran Pemakai Elpiji 3 Kg

Sigli-andalas Sepekan belakangan ini, gas elpiji ukuran 3 kilogram (Kg) menghilang dari pasaran alias langka. Kalau pun ada, harganya sangat mahal, mencapai Rp32.000 hingga Rp35.000 per tabung.

Kelangkaan dan mahalnya gas elpiji 3 Kg yang sering juga disebut elpiji melon ini, membuat para ibu rumah tangga terutama dari kalangan ekonomi rendah menjadi sangat resah

Hal ini sebagaimana disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Drs Isa Alima kepada wartawan di Kota Sigli, Rabu siang (14/8).

Dari pengakuan anggota dewan ini, salah satu penyebab cepat habisnya stok elpiji 3 Kg di tingkat agen maupun pangkalan adalah lantaran banyaknya warung dan restoran menggunakan elpiji 3 Kg.

Kondisi ini berdampak kepada masyarakat ekonomi lemah yang menjadi sangat dirugikan lantaran tidak bisa mendapatkan elpiji subsidi sesuai dengan harga eceran tertinggi yang telah ditentukan.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie segera turun tangan menertibkan penjulan elpiji 3 Kg kepada warung-warung maupun restoran tersebut. Jika tidak, dampaknya akan sangat merugikan masyarakat yang membutuhkan gas melon.

"Pemkab Pidie hatus segera menertibkan warung-warung dan restoran-restoran yang menggunakan elpiji ukuran 3 kilogram, karena itu bukan hak mereka memakai elpiji subsidi," tandas Isa Alima.

Sementara itu, Rabu sore (14/8),  elpiji 3 Kg mulai terlihat beredar di sejumlah titik pengecer di Pusat Kota Sigli. Namun harga jualnya masih Rp30.000 per tabung atau mengalami kenaikan rata rata Rp5.000 dari harga normal per tabung.

Fatimah dan Nurhayati, ibu rumah tangga warga Kota Sigli kepada andalas, Rabu pagi menyebutkan, sejak dua hari menjelang Hari Raya Idul Adha, elpiji 3 Kg hilang dari pasaran.

Menurut kedua ibu rumah tangga tersebut, hampir semua agen pengecer menyatakan tidak memiliki satu stok elpiji 3 Kg. Kalau pun ada harganya mencapai Rp35.000 per tabung.

Kondisi seperti ini, sebut kedua ibu rumah tangga itu sudah tidak wajar lagi. Sementara pemilik restoran dan warung dibiarkan bebas membeli elpiji 3 Kg melebihi kebutuhan atau untuk dijadikan stok.

Persoalan hilangnya elpiji 3 Kg di Kabupaten Pidie, kerap terjadi. Hal ini lantara belum ada kepedulian pemerintah daerah, bahkan dinas terkait dengan masalah ini sering buang badan meski sempat beberapa kali disoroti anggota DPRK setempat.

Jauh hari sebelumnya, Bupati Pidie Roni Ahmad SE yang kerap disapa dengan panggilan Abusyiek, malah menanggapi kelangkaan elpiji 3 Kg di daerahnya dengan hanya menganjurkan agar rakyat memasak menggunakan kayu bakar saja. (DHIAN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px