Log in

Anak-Anak Desa Lae Haporas Jalan Kaki 8 Km, Pakai Obor Tembus Pagi Buta

Ilustrasi: anak-anak jalan kaki ke sekolah.  Ilustrasi: anak-anak jalan kaki ke sekolah.

Tidak Punya Gedung Sekolah

Anak-anak sekolah dari Desa Lae Haporas, Kecamatan Siempatnempu Hilir, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, harus berangkat di pagi buta menggunakan obor menuju sekolah. Umumnya, mereka berjalan kaki menempuh jarak  sekitar 7 hingga 8 kilometer (km) sekali perjalanan menuju SD terdekat.

Hal itu dibenarkan Camat Siempatnempu Hilir Roy Tumanggor didampingi Sekretaris Kecamatan Jangihut Nadeak,  saat ditemui wartawan di ruang kerjanya baru-baru ini.

Dijelaskannya, di wilayah Desa Lae Haporas belum ada gedung Sekolah Dasar (SD). Kondisi tersebut memaksa warga menyekolahkan anak ke desa terdekat yakni  ke Desa Lae Maromas berjarak sekitar 8 kilometer dan Desa Lae Markelang  sejauh 7 kilometer.

Biasanya anak-anak berangkat dari rumah sebelum pukul 05.00 WIB pagi agar tiba di sekolah tepat waktu. Mereka umumnya berjalan kaki menggunakan penerangan obor maupun lampu senter menyusuri jalan yang berlapis bebatuan tanpa aspal bahkan  sebagian besar masih berupa lintasan tanah liat.

“Kondisi itu cukup memprihatinkan dan telah berlangsung sejak lama. Kami sering mendapat keluhan warga yang menyebut mereka seolah belum merasakan makna kemerdekaan,” kata Tumanggor menirukan keluhan masyarakat.

Camat Siempatnempu Hilir ini mengungkapkan, pihaknya sudah beberapa kali meneruskan usulan warga yang mendambakan pembangunan gedung SD di Lae Haporas ke Dinas Pendidikan. Problema itu juga selalu menjadi usulan dalam setiap Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Lahan untuk lokasi pembangunan SD sudah tersedia. Info yang kami terima, Dinas Pendidikan sudah melakukan survei, mudah-mudahan kerinduan warga segera terealisasi,” kata Roy Tumanggor.

Ditambahkan, Desa Lae Haporas dihuni sekitar 809 penduduk. Mayoritas bertani dan memiliki etos kerja cukup tinggi. Berbagai komoditas dibudidaya  seperti jagung, durian, kakao, pisang dan jenis lainnya dengan hasil yang cukup baik. Tetapi kondisi infrastruktur yang belum baik menjadi kendala sehingga perekonomian warga kurang terdongkrak.

Terpisah, Sangkot Simbolon (42) warga Desa Lae Markelang membenarkan, bahwa setiap hari menyaksikan anak dari Desa Lae Haporas datang menuntut ilmu ke SD di desanya, berjumlah sekitar 35 orang yang datang dengan berjalan kaki.

Selain harus berangkat subuh, anak-anak juga harus membawa bekal untuk keperluan makan siang. Setelah jam belajar selesai, mereka makan siang karena harus kembali berjalan kaki menempuh jarak cukup jauh dan akan tiba kesorean di rumah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Elvis Panggabean membenarkan kondisi sedemikian. Menurutnya, terdapat dua desa di Kabupaten Dairi yang belum memiliki SD yakni Desa Lae Haporas, Kecamatan Siempatnempu Hilir, dan Desa Alur Subur Kecamatan Tanah Pinem. Menurutnya, aspirasi untuk pembangunan SD sedang dalam proses dan diharapkan untuk segera terwujud. (GOL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px