Logo
Print this page

Dorong Bamsoet Jadi Ketum, Barisan Pemuda Golkar Desak Munas Dipercepat

Kader muda Partai Golkar yang tergabung dalam BPPG saat menggelar konferensi pers di Hotel Sultan, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Minggu (16/6). Kader muda Partai Golkar yang tergabung dalam BPPG saat menggelar konferensi pers di Hotel Sultan, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Minggu (16/6).

Jakarta-andalas Kader muda Partai Golkar yang tergabung dalam Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG) mendorong dipercepatnya pergantian kepemimpinan di Golkar. Mereka ajukan nama Ketua DPR Bambang Soesatyo sebagai ketua umum selanjutnya sebagai respons atas pencapaian Pemilu 2019 yang merupakan titik terendah bagi Golkar.

"Kita mendorong musyawarah nasional dipercepat. Ini karena kita bersepakat bahwa sebenarnya Golkar ini dalam kondisi kritis. Jadi, ini adalah titik terendah dari pemilu-pemilu sebelumnya bahwa sekarang Golkar dari 2 besar turun jadi 3 besar," kata Inisiator BPPG, Abdul Aziz, di Hotel Sultan, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Minggu (16/6).

Kondisi ini, kata Aziz, diperkuat dengan penurunan signifikan dari suara Partai Golkar yang kehilangan lebih dari 1,2 juta suara dan mengakibatkan Golkar kehilangan 6 kursi di DPR RI. Oleh karena itu, BPPG mendesak DPP untuk melaksanakan Munas segera di Juli atau Agustus untuk mengevaluasi kondisi partai saat ini. "Harapan kita ini, sekitar Juli-Agustus," ucap Aziz.

Aziz menilai kegagalan yang dialami Golkar saat ini adalah ketidakmampuan Ketua Umum Airlangga Hartanto untuk mengembalikan kejayaan Golkar dengan warisan elektabilitas yang tinggi di masa kepemimpinan Setya Novanto. Ia pun menilai keberhasilan partai tidak bisa subjektif melainkan kuantitatif dengan pencapaian jumlah suara dan kursi di DPR.

"Dalam peninggalan Novanto di angka 16%. Mestinya kalau memang Airlangga bisa mengembalikan kejayaan Golkar, itu adalah modal yang besar. Cuma nyata kan di sebelum pemilu, Golkar hanya mendapat 9% dan hasil akhirnya cuma 12 koma sekian persen," paparnya.

Bambang Soesatyo dipilih oleh BPPG karena dianggap sebagai satu-satunya sosok yang pantas untuk memimpin partai berlogo pohon beringin tersebut. Beliau dianggap sebagai sosok yang loyal terhadap partai dan mengedepankan kepentingan partai. Selain itu, Bamsoet dinilai sebagai sosok yang bersih jauh dari prahara politik.

"Karena beliau pertama kita nilai orang yang berdedikasi tinggi terhadap partai. Dia rela mengorbankan waktu dan hartanya untuk partai dan yang paling penting adalah beliau adalah sosok yang bersih," jelas Aziz.

Selain itu, posisi pria yang disapa Bamsoet itu saat ini sebagai Ketua DPR pun menunjukkan kapabilitasnya dalam merangkul partai-partai lain. Aziz menilai Bamsoet adalah kandidat terkuat yang paling pantas menduduki kursi kepemimpinan Partai Golkar selanjutnya.

"Ditimbang dari sisi mana pun, Pak Bambang Soesatyo adalah orang yang terkuat dan orang yang paling pantas memegang Golkar saat ini," imbuhnya.

Ojo Kesusu!
Sementara itu, Partai Golkar menjawab desakan dari Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG) agar segera menggelar musyawarah nasional untuk pergantian ketua umum. Golkar meminta BPPG bersabar dan menaati AD/ART partai.

"Kita harus merujuk pada AD/ART. Sebagaimana amanat Munaslub 2017, Partai Golkar akan menggelar Munas akhir tahun ini. Jadi sebaiknya bersabar saja," kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Minggu (16/6).

"Masih ada di depan mata agenda nasional yang harus diselesaikan. Ada sidang MK untuk pilpres dan pileg. Penetapan dan pelantikan DPR RI dan DPRD kabupaten/kota/provinsi terpilih, pelantikan presiden, dan lain-lain. Ojo kesusu (jangan tergesa-gesa)," imbuh dia.

Ace pun mengatakan tiap kader Golkar berhak mengajukan diri sebagai calon ketua umum. BPPG mengusulkan Wakil Koordinator Bidang Pratama Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang kini menjabat sebagai Ketua DPR RI menjadi Ketum Golkar periode berikutnya.

"Jika ada kader Partai Golkar yang mau maju ya, silakan saja melalui Munas akhir tahun ini. Kita kan partai yang demokratis," ujarnya.

Ia juga menanggapi kritik BPPG kepada Golkar yang dinilai tidak mencapai hasil memuaskan di Pemilu 2019. Menurut Ace, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto berhasil mempertahankan prestasi partai berlambang pohon beringin itu.

"Terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa Partai Golkar mengalami keterpurukan. Di bawah kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto yang memimpin 1,5 tahun menjelang pemilu, Partai Golkar telah berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemenang kedua dalam Pileg 2019 ini dengan perolehan kursi diperkirakan 85 kursi, nomor dua setelah PDIP, termasuk Partai Golkar dapat satu kursi untuk dapil Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan luar negeri," sebut Ace.

Ace juga menyebut keberhasilan Golkar dalam pemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Karena itu, dia menyebut berlebihan jika Golkar dikatakan dalam kondisi terpuruk.

"Selain itu, kita tahu bahwa sepanjang sejarah Partai Golkar pascareformasi, di tahun 2019 ini Partai Golkar dapat memenangkan pilpres di mana kita mendukung pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf. Ini tentu patut diapresiasi," tegasnya. (DTC/DOH)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com