Log in

Pasutri Asal Sidimpuan Ini Naik Haji di Usia 105 dan 104 Tahun

Kartawi (105) dan istrinya Karitem (104) jemaah tertua Kloter 9 asal Padang Sidimpuan saat di Asrama haji Medan, Sabtu (20/7).  andalas/ist Kartawi (105) dan istrinya Karitem (104) jemaah tertua Kloter 9 asal Padang Sidimpuan saat di Asrama haji Medan, Sabtu (20/7). andalas/ist

Medan-andalas Usia tidak menjadai halangan bagi pasangan suami istri (pasutri) asal Kota Padang Sidimpuan ini untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Meski berisiko tinggi, keduanya Kartawi berusia 105 tahun dan istrinya Karitem berusia 104 tahun yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 9 Embarkasi Medan, mantap untuk berangkat menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

Ditemuai di Asrama Haji Medan, Sabtu (20/7), Karitem mengaku kesehariannya dulu berjualan. Saat berjualan, bila ada mobil yang mengangkut jemaah haji lewat Karitem akan berteriak agar ia juga bisa berangkat haji. “Tungguin aku di sana ya, teriakku saat itu. Udah lama kali itu,” katanya pada awak media di aula penerimaan Asrama Haji.

Alhamdulilah, Karitem yang memiliki nomor manifes 14, tahun 2019 inilah doa itu terjawab. Di tahun 2013 ia dan suaminya mendaftar haji hasil uang yang ia kumpul-kumpulkan sedikit demi sedikit. “Masih muda memang ingin berangkat haji. Tapi inilah baru terlaksana. Alhamdulillah tahun 2013 mendaftar dan dipanggil tahun 2019,” ungkap Nenek yang memiliki anak 9 dan sudah meninggal terlebih dahulu 2 orang dengan 26 cucu dan 15 cicit.

Karitem yang duduk didampingi sang suami berharap mereka selamat sampai tanah suci dan di sana dalam keadaan sehat pula. Begitu juga dengan anak-anak yang tinggal sehat wal afiat. “Pulang ke tanah air juga sehat,” tutur nenek yang sehari-hari makan ikan asin dan ikan laut serta rebusan daun ubi ini.

Sementara sang suami Kartawi dengan nomor manifes 13 mengatakan, meski sudah berusia cukup tua dan berisiko tinggi, tak ada rasa ragu untuk berangkat menjadi tamu Allah. “Gak ada rasa ragu karena memang telah diniatkan untuk amal saya juga,” ucap pria yang mengaku memiliki masalah pendengaran.

Ketua Rombongan 1 Kloter 9, Zainal Abidin mengatakan, sebelum berangkat ke Asrama Haji Medan rombongan telah dilepas Wali Kota Padang Sidimpuan Irsan Efendi Nasution. Jemaah Sidimpuan berangkat dengan 14 bus yang disediakan oleh pemerintah kota setempat.

“Alhamdulillah semuanya sudah sampai kemarin, kecuali 1 orang kami dengar kemarin gagal berangkat tapi belum ada kepastian dan saya sebagai ketua rombongan 1 ada 44 orang semuanya lengkap termasuk yang paling tertua atas nama Kartawi umur 105 tahun dan Karitem umur 104 tahun yang saya lihat kondisinya baik saat manasik haji dan saat ini,” jelasnya.

Memang, Zainal mengakui, untuk Kartawi memiliki masalah pendengaran. Namun, dirinya berharap sampai pelaksanaan haji semua berjalan lancar. “Kami semua kembali lagi ke tanah air dengan selamat. Tentunya saya akan dampingi beliau-beliau ini setibanya di tanah suci,” katanya. (YN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px