Logo
Print this page

Selisih 16 Suara, Caleg Demokrat Gugat Rekannya Sendiri


Jakarta-andalas Calon anggota legislatif DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Demokrat Zahrul Jihad menggugat hasil perolehan suara rekan sesama caleg dari Demokrat, Dian Ayunita. Ia menggugat hasil penghitungan yang selisih 16 suara dengan Dian.

"Akibat kesalahan KPU selaku termohon yang melakukan kesalahan input di TPS 23, pemohon dirugikan karena berkurangnya 16 suara," ujar kuasa hukum pemohon, Muhajir, saat membacakan permohonan di ruang sidang MK, Jakarta, Selasa (9/7).

Dari hasil pleno KPU menyatakan bahwa Zahrul memperoleh 5.161 suara. Sementara menurut Muhajir, kliennya itu mestinya memperoleh 5.177 suara. Sebanyak 16 suara yang hilang disebut berpindah ke Dian. Hal itu terjadi karena ada selisih suara di Kecamatan Jombang.

"Terhadap perselisihan tersebut, pemohon meminta pembukaan dokumen-dokumen penghitungan di TPS, PPS, dan PPK Kecamatan Jombang, namun hanya dicatat dalam berita acara keberatan," katanya.

Oleh karena itu, Zahrul meminta MK membatalkan putusan KPU terkait rekapitulasi hasil perolehan suara dan menetapkan perolehan suara terbanyak yakni 5.177 suara.

MK diketahui telah meregistrasi sengketa pileg mulai 1 Juli lalu. Gugatan yang telah diregistrasi akan dicatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK).

Sidang pemeriksaan pendahuluan sendiri dimulai selama rentang waktu 9 Juli hingga 12 Juli mendatang. Kemudian sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi dan bukti pada 15 Juli sampai 30 Juli 2019.

Di Rumah Kades

Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) mengajukan permohonan perselisihan hasil pemilu (PHPU) DPRD Kabupaten Bangkalan dapil V Provinsi Jawa Timur. PAN menuding ada kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif karena ada penggelembungan suara terhadap parpol lainnya dan ada penghitungan suara yang dilakukan di kantor kepala desa.

PAN menggugat KPU terkait surat keputusan nomor 987 tentang penetapan hasil pemilu. PAN menduga ada kecurangan yang serius yang dilakukan KPU.

"Bahwa penetapan perolehan suara yang dilakukan termohon tersebut adalah tidak benar karena dilakukan dengan cara-cara yang melawan hukum, sarat dengan kecurangan serius yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif yang dilakukan oleh aparatur termohon (KPU) Kabupaten Bangkalan dengan jajarannya dengan menggelembungkan perolehan suara hampir seluruh partai peserta pemilu, dan untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, Partai Golkar, dan PPP digelembungkan atau ditambahkan lebih besar daripada partai lainnya," kata kuasa hukum PAN, Wiwin Ariesta, saat sidang gugatan pileg di MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (9/7).

PAN menyebut penggelembungan suara itu dilakukan dari tingkat TPS hingga kabupaten. Wiwin mengatakan KPU menetapkan jumlah suara PAN sebanyak 5.084 suara dalam rapat pleno rekapitulasi di tingkat Kabupaten Bangkalan. Padahal semestinya PAN meraih 7.300 suara.

Wiwin mengatakan Bawaslu sudah mengirimkan rekomendasi pembentulan untuk hasil rekapitulasi KPU di tingkat Kabupaten Bangkalan di beberapa TPS di Kecamatan Labang, Kecamatan Kamal, dan Kecamatan Kwanyar. Namun saksi menyatakan keberatannya lantaran di Kabupaten Kwanyar masih terdapat persoalan, yang diduga terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif.

Ia mengatakan salah satu kecurangan TSM terjadi di Desa Batah Timur, Kecamatan Kwanyar. Wiwin menyebut PAN mengalami penghilangan suara di tujuh TPS Desa Batah Timur, Kecamatan Kwanyar, dengan total 264 suara. Ia mengatakan, setelah adanya proses pemungutan suara di TPS desa tersebut, kepala desa menginstruksikan kepada KPPS untuk melakukan pemungutan suara di kantor Kepala Desa Batah Timur.

"Bahwa pada saat selesainya proses pemungutan suara di semua TPS di wilayah Desa Batah Timur, kepala desa memberi instruksi kepada masing-masing KPPS agar melaksanakan penghitungan suara di rumah kepala desa Batah Timur dan hal itu dilakukan oleh KPPS di Desa Batah Timur sehingga cukup membuktikan adanya pelanggaran yang sistematis dengan keterlibatan kepala desa dan struktur penyelenggara pemilu dalam terjadinya manipulasi dan penggelembungan suara untuk wilayah Desa Batah Timur," kata Wiwin.

Ia mengatakan terjadinya penghilangan suara pemohon di desa tersebut diikuti dengan penggelembungan atau penambahan perolehan suara bagi parpol lain. Misalnya PKB dengan total penambahan suara sebanyak 41 suara terjadi di TPS 06, 08, 20; PPP dengan total tambahan suara sebanyak 593 suara di TPS 6, 7, 8, 9, 10, 11, dan 12. (CNNI/DTC)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com