Log in

Rudiantara Ditunjuk Jadi Dirut PLN


Jakarta-andalas Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah menunjuk Rudiantara sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN). Rudiantara merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika di periode 2014-2019.

“Di antara (calon) semuanya yang capable Pak Rudiantara. Dia kan sudah lama di PLN,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di kantornya, Jakarta, Senin (9/12).

Arya menambahkan, mulanya Erick Thohir mengajukan tiga nama untuk jadi Dirut PT PLN. Berdasarkan hasil penilaian Tim Penilai Akhir (TPA) nama Rudiantara-lah yang terpilih. “Jadi ada tiga yang dicalonkan, Pak Rudiantara, Bu Inten dan satu lagi bukan dari internal. Yang terbaik dilihat semua dari kondisi sekarang ya Pak Rudiantara,” kata Arya.

Arya menjelaskan, pengangkatan resmi Rudiantara menjadi Dirut PLN akan dilakukan saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Namun, dia belum bisa memastikan kapan hal tersebut akan dilakukan. “Nanti secepatnya akan kita lakukan (RUPS),” ucap dia.

Diketahui, Rudiantara pernah menjadi Wadirut PLN pada 2008 lalu. Saat itu, ia mendampingi Fahmi Mochtar yang ditetapkan sebagai Direktur Utama. Di PLN Rudiantara berperan besar dalam mencari pendanaan proyek pembangkit listrik 10.000 megawatt.

Namun pada 2009, melansir dari pemberitaan Kontan, Rudi mundur dari posisinya sebagai Wadirut PLN. Ia mengundurkan diri dari posisinya sebelum terpilihnya Dahlan Iskan sebagai Dirut baru PLN. Ketika itu, susunan tubuh PLN dirombak oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar. Selain mengganti Dirut, Kementerian BUMN sepakat meniadakan posisi Wadirut PLN.
    
Kiprah di PLN

Saat menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PLN Rudiantara dan jajaran direksi mendapatkan sejumlah tugas dari Menteri BUMN saat itu yakni Sofyan Djalil untuk bisa bekerja cepat mengatasi berbagai masalah yang dihadapi PLN serta masalah kelistrikan nasional.

Salah satu tugas tersebut yakni mempercepat proyek pembangunan 10.000 Mega Watt (MW) untuk mengurangi penggunaan BBM, yang akan dilakukan dengan cara mempercepat masuknya gas ke pembangkit PLN.

Untuk mewujudkan hal itu PLN kemudian menjalankan sejumlah cara, antara lain menandatangani enam perjanjian kredit untuk mendanai pembangunan 13 pembangkit listrik tenaga uap yang tersebar di beberapa daerah.

Ke-13 pembangkit yang akan didanai dari kredit senilai Rp10 triliun tersebut adalah PLTU di Pacitan, Teluk Naga, Pelabuhan Ratu, Lampung, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, dan Labuan. Rudiantara mengatakan bahwa total kapasitas dari 13 PLTU ini mencapai 4.353 MW.

Selain itu PLN (Persero) juga melakukan penerbitan obligasi Rp1,5 triliun, yang di antaranya akan digunakan untuk membiayai proyek listrik 10.000 MW. Selain itu PLN menargetkan dapat menandatangani pinjaman senilai 293 juta dolar AS, dana yang akan digunakan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pacitan, Jatim, yang berkekuatan 2 x 315 MW.

Proyek 10.000 MW terdiri dari 35 unit PLTU yakni 10 unit berkapasitas 7.490 MW di Jawa dengan pinjaman valas 3,827 miliar dolar AS dan rupiah Rp13,281 triliun.

Selain itu, sebanyak 25 proyek lainnya di luar jawa berdaya 2.065 MW dengan pinjaman valas 1,044 miliar dolar AS dan rupiah Rp4,579 triliun. (KPC/ANT)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px