Log in

Tanaman Cabai dan Kakao di Pidie Diserang Hama

Inilah lahan tanaman cabai merah milik petani di Kecamatan Batee yang diserang hama, di mana Bupati Pidie Roni Ahmad alias Abusyiek turut membantu mengatasinya dengan obat semprot antihama buatannya. Inilah lahan tanaman cabai merah milik petani di Kecamatan Batee yang diserang hama, di mana Bupati Pidie Roni Ahmad alias Abusyiek turut membantu mengatasinya dengan obat semprot antihama buatannya.

Obat Semprot Buatan Abusyiek Bantu Mengatasi

Sigli-andalas Puluhan hektare tanaman cabai merah dan coklat (kakao) milik petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pidie diserang hama ulat halus. Serangan hama itu membuat Bupati Pidie Roni Ahmad SE alias Abusyiek langsung turun tangan melakukan upaya pemulihan. Hal itu dikarenakan dinas pemerintah terkait justru kewalahan membantu mengatasinya.

Lahan tanaman cabai merah dan coklat milik petani yang diserang hama tersebut tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Muara Tiga, Batee, Glumpang Tiga, Padang Tijie, serta Kecamatan Delima.

Serangan hama ulat dan jenis hama lainnya itu dilaporkan sudah sangat meresahkan petani meskipun sebagian kecil lahan perkebunan tersebut sudah dapat dipulihkan dengan obat semprot antihama buatan Bupati Pidie Abusyiek, sebagaimana pengakuan para camat dan petani kepada andalas, Kamis dan Jumat (13-14/6) secara terpisah.

Baik Camat Padang Tijie Zainal SSos, Camat Batee Drs Saiful, dan Camat Delima M Adam SSos, mengakui sebagian lahan tanaman cabai merah dan coklat milik petani yang diserang hama sudah pulih berkat bantuan obat semprot antihama buatan Abusyiek yang diberikan secara cuma-cuma kepada petani.

Bahkan Abusyiek selepas jam kerja atau hari libur kantor selalu meluangkan waktu mengunjungi lahan-lahan cabai merah dan kakao yang diserang hama serta ikut langsung menyemprot tanaman-tanaman yang diserang hama dengan obat antihama buatannya.

Sebelumnya, Bupati Pidie Abusyiek kepada andalas di kediamannya Desa Puuk,  Kecamatan Delima sempat menunjukkan 500 botol air mineral besar yang berisikan cairan obat semprot antihama hasil buatannya.

"Ini Aduen (Abang) obat cairan semprot yang saya ramu atau buat sendiri," kata Abusyiek. Ketika itu Abusyiek juga menunjukkan tumpukan ratusan karung pupuk alam buatannya untuk tanaman padi yang disusun rapi di samping rumah kediaman pribadinya.

Untuk obat semprot hama tanaman cabai, kakao, dan mangga, satu botol cairan obat yang dibuatnya dapat dicampur dengan 10 hingga 14 liter air tawar, atau bisa satu kaleng besar dari kaleng semprotan yang digunakan oleh petani.

Abusyiek berkeyakinan dengan obat buatannya ini dapat memberantas hama yang menyerang berbagai jenis tanaman petani. Keyanikannya itu sudah terbukti dan diakui para petani di sejumlah kecamatan.

Karya Besar Abusyiek

Salah satu dari tiga Staf Ahli Bupati Pidie, yakni Drs Samsul Azhar membenarkan, obat semprot antihama yang dibuat Abusyiek, cukup ampuh dan berhasil mengatasi serangan hama sehingga kini menjadi rebutan petani.

"Ini suatu inovasi dan merupakan suatu karya besar yang harus didukung penuh oleh daerah, dan ini kebetulan temuan ilmiah dari Bupati, jika oleh rakyat juga harus kita dukung sepenuhnya, atau dimodali," sebut Samsul Azhar.

Sayangnya, menurut Samsul Azhar dinas terkait sepertinya belum mampu menyahuti keberhasilan dari karya besar dari Bupati Abusyiek. "Saya sendiri  sudah mencoba pada tanaman mangga dan jambu di halaman rumah saya di Blang Paseh, cukup berhasil," aku Samsul Azhar.

Menurutnya, apa yang dikerjakan oleh Abusyiek itu perlu disahuti dan dikembangkan oleh daerah sebagai upaya memajukan daerah di bidang pertanian dan perkebunan rakyat, termasuk soal penggunaan pupuk alam. Hal ini juga sekaligus untuk menekan penggunaan pestisida berlebihan dan pupuk kimia yang berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan generasi bangsa ke depan. (DHIAN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px