Log in

Caleg Terpilih DPD Ini Digugat ke MK Karena Edit Foto 'Kelewat Cantik'


Caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) Prof Farouk Muhammad menggugat caleg DPD lainnya, Evi Apita Maya, karena mengedit pasfoto melewati batas kewajaran. Evi dianggap berbuat tidak jujur karena mengubah pas fotonya hingga wajah yang bersangkutan nampak 'kelewat cantik' dari aslinya.

Farouk yang juga Wakil Ketua DPD RI lewat kuasa hukumnya, Heppy, mendalilkan pelanggaran administrasi dan pelanggaran proses Pemilu kepada Evi. Demi memperkuat gugatannya, Heppy bakal menghadirkan ahli ke muka persidangan pada agenda mendengar keterangan saksi.

"Calon anggota DPD RI nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya diduga telah melakukan manipulasi atau melakukan pengeditan terhadap pas foto di luar batas kewajaran," papar Heppy di hadapan Majelis Hakim Konstitusi, ruang sidang MK, Jakarta Pusat, Jumat (12/7) lalu.

Setelah mengedit pas fotonya sendiri, Evi memasang foto editan tersebut pada alat peraga kampanye berupa spanduk, dan membubuhi logo DPR RI di dalamnya. Padahal yang bersangkutan sebelumnya tidak pernah tercatat sebagai anggota DPR RI. Perbuatannya ini diklaim berdampak pada suara Evi di NTB.

Disebutkan, Evi pada Pemilu 2019 pemilihan anggota DPD RI, mendapat suara paling banyak, yakni sebesar 283.932 suara. Banyak masyarakat NTB memilih yang bersangkutan hanya karena mempertimbangkan kecantikan parasnya pada foto yang ada di spanduk.

"Perbuatan calon nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya telah nyata mengelabui dan menjual lambang negara untuk simpati rakyat NTB," ungkap Heppy. "Paling tidak dapat dilacak dari pemilih yang memilihnya dengan alasan foto calon nomor urut 26, cantik dan menarik," ungkap dia.

Calon anggota DPD RI lainnya untuk Provinsi NTB juga disebut merugi atas perbuatannya itu. Ia dituduh melanggar asas Pemilu soal kejujuran. "Pemilih, Pemohon beserta calon anggota DPD RI lainnya merasa tertipu dan dibohongi. Dengan demikian telah melanggar asas Pemilu karena tidak jujur," pungkas Heppy.

Farouk kemudian meminta MK mencoret kemenangan Evi serta Lalu Suhaimi sehingga ia masuk 4 besar dan bisa kembali duduk di Senayan. "Menetapkan perolehan suara Pemohon atas nama Prof. Farouk Muhammad dengan Nomor Urut 27 dengan perolehan suara sejumlah 188.687 sebagai peringkat ke 3 perolehan suara Calon Anggota DPD-RI pada Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat," ujar Heppy.

Sebelumnya, KPU NTB memutuskan Evi Apita Maya meraih suara terbanyak untuk kursi DPD dari NTB. Evi menumbangkan Wakil Ketua DPD Prof Dr Farouk Muhammad sehingga gagal ke Senayan.

Dalam Pemilu 2019 ini, calon anggota DPD dari NTB diikuti 47 orang. Berdasarkan keputusan KPU NTB, berikut peringkat 4 teratas: 1. Evi Apita Maya sebanyak 283.868 suara, 2. Achmad Sukisman Azmy sebanyak 268.766 suara, 3. TGH Ibnu Halil sebanyak 245.570 suara, 4. Lalu Suhaimi Ismy sebanyak 207.345 suara.

Adapun raihan tiga besar setelahnya yaitu: 5. Farouk Muhammad sebanyak 188.687 suara, 6. Baiq Diyah Ratu Ganefi sebanyak 126.811 suara dan 7. Robiatul Adawiyah (istri TGB) sebanyak 114.534 suara. (TNC/DTC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C