Log in

Gagal dan Sukses Tergantung Pemimpin


Timnas Polo Air Putra Indonesia mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Indonesia di SEA Games 2019. Itu diraih setelah Merah Putih meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Indonesia di puncak klasemen setelah meraih hasil imbang 6-6 kontra Filipina, melibas Thailand 17-12, dan mengalahkan juara bertahan Singapura 7-5.

Pada laga terakhir kontra Malaysia, Timnas Polo Air Putra Indonesia berhasil menang 14-7. Singapura merupakan jawara Polo Air Putra Asia Tenggara. Sepanjang keikutsertaannya di SEA Games, yakni tahun 1965, mereka tak pernah sekalipun menelan kekalahan. Indonesia berhasil memecahkan rekor yang telah bertahan selama 52 tahun tersebut. Tim yang dilatih oleh Milos Sakovic itu menang 7-5.

"Saya sangat bangga dengan pemain dan semua staf di tim yang telah membantu dan mempercayai kami. Kami menciptakan sejarah di SEA Games 2019. Mengakhiri dominasi Singapura setelah lebih dari 52 tahun,"kata pelatih tim polo air putra Milos Sakovic kepada wartawan.

Sebuah keberhasilan memang selalu membutuhkan proses. Keberhasilan tidak mungkin akan didapatkan dengan hanya berpangku tangan dan hanya berbekal doa semata. Kegagalan dan kesuksesan juga sangat tergantung kepada kemampuan pemimpin dalam melakukan berbagai terobosan yang melahirkan perubahan menuju kemajuan.

Kesuksesan Timnas Polo Air Putra Indonesia menorehkan sejarah dan meruntuhkan dominasi Singapura di Asia Tenggara, merupakan buah dari terobosan yang dilakukan pimpinan PB PRSI melakukan rekrutmen pelatih yang tepat dalam menangani Rdjkie Mulia dkk. Keberadaan pelatih bertangan dingin Milos Sakovic bisa disebut sebagai faktor kunci kesuksesan mendulang emas pertama Indonesia itu.

Milos Sakovic merupakan sang pemimpin di balik perubahan 'mind-set' Timnas Polo Air Indonesia, sehingga mampu mencatatkan sejarah membanggakan yang akan dikenang sepanjang masa. Sebab, kita tidak hanya berhasil mendulang emas pertama, melainkan juga sukses meruntuhkan dominasi negeri kecil Singapura yang sudah berlangsung setengah abad lebih.

Keberhasilan PB PRSI mendatangkan pelatih yang berkualitas menangani timnas polo air dan menghasilkan prestasi sesuai harapan, hendaknya bisa menjadi pelajaran bagi cabang olahraga lain, khususnya bagi PSSI (timnas sepak bola senior), yang berulangkali merekrut pelatih asing, tetapi hasilnya selalu mengecewakan.

Ketika timnas senior selalu menemui kegagalan, maka hal itu juga berkaitan dengan kepemimpinan di PSSI, yang selama ini kerap diwarnai dengan kepentingan politik, sehingga sering tidak fokus dalam menjalankan misi membangkitkan prestasi timnas senior kita. Dalam hal ini, diperlukan kehati-hatian dalam memilih pelatih yang tepat menangani timnas senior.

Sejatinya, tidak hanya di bidang olahraga saja, sebuah keberhasilan dan kegagalan ditentukan oleh kualitas pemimpinnya. Di bidang pemerintahan juga seperti itu. Jika rakyat semakin sejahtera dan pertumbuhan ekonomi di sebuah negara berjalan dengan baik, itu berarti pemimpinnya memang mampu menjalankan amanah rakyat dengan baik.

Sebaliknya, jika kehidupan rakyat semakin terpuruk dan di tengah masyarakat selalu terjadi kegaduhan dan saling curiga berkepanjangan. Hal itu juga merupakan sebuah cerminan, sang pemimpin belum sepenuhnya mampu memperlihatkan talenta dan sentuhan tangan dinginnya dalam mewujudkan kesejukan dan memberikan kenyamanan bagi rakyatnya. Begitulah...(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px