Log in

Kita dan Dampak Sistemik Corona


Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menerbitkan surat keputusan penundaan tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.Keputusan tersebut tertuang dalam surat bernomor 179/PL.02-Kpt/01/KPU/111/2020 yang ditandatangani Ketua KPU Arief Budiman pada 21 Maret 2020. Langkah ini perlu segera diambil menyusul semakin meningkatnya perkembangan penyebaran virus corona yang oleh pemerintah Indonesia telah ditetapkan sebagai bencana nasional.

"Memutuskan, menetapkan penundaan tahapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau wali kota dan wakil wali kota tahun 2020," bunyi surat keputusan KPU yang dikutip dari dokumen SK KPU, kemarin.

Keputusan yang diambil KPU itu sudah sangat tepat. Sebab, saat ini tengah beredar imbauan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menerapkan social distancing. Yakni berupaya menciptakan jarak dengan orang lain serta menghindari tempat keramaian dan tidak menggelar acara yang menjurus pada pengumpulan massa.

Tidak terbantahkan lagi, virus corona memang telah menimbulkan dampak sistemik bagi kita dan segenap warga dunia. Akibat terjangan virus yang mematikan ini telah menimbulkan penundaan hampir semua event olahraga, termasuk di dalamnya penundaan perhelatan liga sepak bola di seantero jagad, yang membuat weekend terasa hambar.

Virus corona juga telah menyebabkan berbagai sektor perekonomian mengalami gangguan dan terancam gulung tikar. Pemberlakuan social distancing menyebabkan bandara dan penerbangan sepi, yang otomatis menyebabkan industri pariwisata pun mengalami goncangan, karena banyak orang terpaksa berdiam diri di rumah.

Tentunya yang paling merasakan dampak sistemik virus corona ini adalah orang orang yang selama ini menggantungkan hidupnya kepada usaha yang berhubungan dengan kebutuhan hidup atau tradisi keseharian masyarakat. Seperti para penjual sayuran dan sembako di pajak, usaha rumah makan, cafe tempat nongkrong serta berbagai usaha swasta lainnya.

Dalam hal ini kita mengapresiasi keputusan pemerintah yang belum memperlakukan lockdown. Sebab lockdown justru akan memberatkan kalangan menengah ke bawah, yang lebih bergantung dari pembelian bahan pangan secara harian. Keputusan lockdown tersebut akan membuat kehidupan mereka menjadi lebih berat, hingga menyebabkan keresahan yang tidak perlu.

Atas dasar itu, penanganan corona yang paling utama adalah, mempersiapkan fasilitas kesehatan untuk menanggulangi kasus-kasus berat. Yakni perlunya strategi komunikasi tracking yang menyeluruh, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Alternatif yang lebih tepat adalah dengan menerapkan social distancing untuk diri sendiri.

Di sisi lain agar masyarakat tidak terlalu dibebani dan menderita akibat dampak sistemik virus corona ini, pemerintah pusat hingga daerah hendaknya bisa mengeluarkan regulasi baru yang bisa meringankan beban masyarakat yang mungkin saja kesulitan melunasi kredit karena usahanya terganggu akibat corona. Selain itu, kita berharap kiranya semua jajaran di pemerintahan bisa bersatupadu mengatasi virus ini, dan berhenti dulu berpikir soal pilpres dan ibukota baru. Monggo... (**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px