Log in

Mengapresiasi Keputusan Eldin


HT Dzulmi Eldin membuat keputusan yang mengejutkan, sekaligus menggembirakan. Wali Kota Medan ini menyatakan tidak akan maju dalam Pilkada Medan 2020. Padahal, elektabilitas suami Rita Maharani ini tercatat paling tinggi di antara para bakal calon wali kota yang sudah menyatakan diri siap untuk maju.

"Saya sudah berketetapan hati untuk tidak (maju pilkada). Cukuplah,"kata Eldin saat menghadiri Festival Pesona Lokal yang digelar Adira Finance, di Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu. Eldin tak lupa mendorong para generasi muda untuk maju Pilkada Medan. Tentu dengan harapan Kota Medan bisa jauh lebih baik lagi ke depan.

"Kita dorong anak-anak muda, generasi muda kita. Harapan kita lebih baik lagi, tentunya kalau yang mau maju lagi, ini, pilkada ini, tentunya bagi generasi muda, orang-orang yang bisa berbuat lebih dari saya, tentunya itu yang saya harapkan yang bisa menjadikan perubahan-perubahan fundamental di Kota Medan ini,"paparnya.

Bagi para pendukung dan pengagumnya, keputusan Eldin untuk tidak maju lagi, sudah pasti disikapi dengan perasaan kecewa dan sedih. Namun, bagi para pecinta demokrasi dan pendukung regenerasi kepemimpinan di pemerintahan, termasuk di Pemko Medan, tentu sangat mendukung keputusan yang telah dinyatakan dengan terbuka oleh mantan Wakil Wali Kota Medan tersebut.   

Sebenarnya dipandang dari segi usia, pria kelahiran Medan 4 Juli 1960 ini sejatinya belum terlalu tua (59 tahun), jika dibandingkan dengan KH Ma'ruf Amin yang sudah berusia 76 tahun dan baru akan menjabat sebagai wakil presiden, atau dibandingkan dengan Wapres HM Jusuf Kalla yang sudah memasuki usia 77 tahun.

Tetapi, Dzulmi Eldin kelihatannya tidak serakah dengan jabatan. Sebab, jika dicermati latar belakang kariernya yang dimulai dari jabatan paling bawah sebagai pegawai negeri sipil di Kabupaten Deli Serdang sebelum pindah ke Pemprovsu dan Pemko Medan, bisa disebut sudah hampir semua jabatan penting dan bergengsi pernah disandangnya.

Dia misalnya pernah sebagai Camat Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang (1993) dan Lubuk Pakam (1997) Kepala Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara, Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Medan (2007) Sekda Kota Medan, Wakil Wali Kota Medan (2010-2013), PltWali Kota Medan (2013-2014) dan  Wali Kota Medan (2014-2019).

Dari jenjang karier dan deretan jabatan yang pernah diembannya itu, sosok Eldin tidak pernah berhenti bekerja dan selalu disibukkan dengan seabrek pekerjaan, yang menyebabkannya terus berkiprah di luar rumah. Seiring dengan pertambahan usianya yang segera genap memasuki usia 60 tahun, kelihatannya ikut memengaruhi munculnya keputusan Eldin tersebut.

Sebagai seorang manusia biasa, Eldin juga berstatus sebagai seorang suami dan bapak bagi putra-putrinya, yang sudah memasuki masa dewasa dan satu di antaranya akan duduk sebagai anggota legislatif di DPRD Medan. Agaknya dia juga memiliki keinginan supaya usianya tidak semuanya didedikasikan untuk pekerjaan, tetapi bisa lebih banyak dicurahkan untuk keluarga.

Apa pun yang melatari keputusan itu, sudah seharusnya kita mengapresiasi ketegasan sikap Eldin yang menyatakan tidak ingin maju lagi dalam Pilkada nanti. Keputusan ini juga sekaligus sebagai sebuah cerminan sikap kedewasaan Eldin sebagai seorang memimpin, yang mau memberi kesempatan kepada kalangan generasi muda untuk memimpin kota ini ke arah yang lebih baik.

Terlepas dari seringnya muncul kritikan terhadap kepemimpinannya, suka atau tidak suka, Dzulmi Eldin telah banyak menyita waktu, tenaga dan pikirannya demi memajukan Kota Medan tercinta ini. Sosoknya yang terbuka dan mudah akrab dengan siapa pun tetap akan kita rindukan, dan yang pasti Eldin telah memberikan sebuah keteladanan, bahwa ada masanya seorang pemimpin pun harus tahu diri dan dengan kesadaran sendiri memilih mundur untuk meraih kemenangan yang lebih hakiki. Thanks Pak Eldin...(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px