Log in

Parpol Harus Tahu Diri


Politikus Partai NasDem Zulfan Lindan menyindir PAN dan Demokrat yang mencari celah merapat ke koalisi pemerintah. Padahal, kedua partai tersebut bukan berjuang untuk Jokowi-Ma'ruf saat Pilpres 2019.

"Bahkan partai yang di luar koalisi pun berupaya ke situ. Itu lebih lucu lagi, berjuangnya di mana, mengharapkannya di mana, ini jadi saya sebut ajalah partainya, PAN dan Demokrat, harus jelas itu nanti orang tanya lagi partai apa, ya kan PAN dan Demokrat begitu. Kenapa mau merapat ke 01?" ujarnya.

Pernyataan politisi NasDem ini sangat tepat dan cukup rasional. Dengan kata lain, kita hendak menekankan di sini, agar elite partai politik hendaknya tahu diri dan bisa menempatkan posisinya secara elegan. Tidak elok rasanya, jika parpol yang tidak ikut 'berkeringat', ujug-ujug minta jatah menteri pula kepada pihak yang menang.

Dalam konteks ini, cukup tegas dan bijaksana, langkah yang ditempuh pimpinan dan kader PAN Sumatera Utara, yang memutuskan tetap berada di luar pemerintahan menjalankan fungsi sebagai mitra konstruktif pemerintah. Sikap yang sama seharusnya bisa diikuti oleh elite DPP PAN, tetap istiqamah, tahu diri dan tidak merengek-rengek meminta jatah kursi kepada pihak yang menang di pilpres.

Para petinggi parpol hendaknya tahu diri dan dapat menerima konsekuensi sebagai pihak yang mengalami kekalahan dalam sebuah kontestasi. Logikanya pihak yang menang diberi kesempatan bersama-sama menyusun kabinet untuk menjalankan pemerintahan, sebaliknya pihak yang mengalami kekalahan harus legowo berada di luar pemerintahan sebagai kekuatan penyeimbang.

Dalam konteks ini sangat bijaksana apa yang dilakukan PKS. Bahwa, PKS terlihat sebagai satu-satunya parpol yang benar-benar tahu diri dan sama sekali tidak melakukan manuver apa pun pascaPilpres, dan tetap konsisten menerima risiko atas pilihan politik yang dilakukannya saat perhelatan Pilpres 2019 yang lalu.

Pimpinan dan kader PKS benar-benar mampu menempatkan posisinya di tengah kegalauan elite parpol yang lain. PKS bisa disebut kembali mampu menegaskan posisinya sebagai satu-satunya parpol yang tidak goyah dengan gonjang-ganjing perpolitikan di tanah air dan sudah sangat siap tidak ikut serta di dalam pemerintahan, seperti telah dilakoni mereka lima tahun sebelumnya.

Konsistensi sikap dan tahu diri PKS ini terbukti manjur dan pada Pileg lalu, mereka mampu mendulang peningkatan kursi yang sangat signifikan di tengah banyaknya lembaga survei yang memprediksi partai berbasiskan umat Islam ini akan mengalami keterpurukan. Kini, banyak pula yang menilai, jika Pemilu Legislatif dilaksanakan bulan-bulan ini, diprediksi PKS akan menempati posisi tiga besar bersama PDI Perjuangan dan Golkar.

Sebab, partai ini dianggap sebagai satu-satunya partai yang tidak melakukan manuver politik yang aneh-aneh, seperti dilakoni sejumlah elite politik di Partai Demokrat dan PAN. PKS sama sekali tidak tergoda untuk mengubah idealisme politiknya dan sejak awal sudah memutuskan akan tetap berada di luar pemerintahan.

Sikap tahu diri PKS ini sepatutnya bisa dijadikan sebagai bahan pelajaran bagi parpol lain. Bahwa, dalam kontestasi politik, konsistensi dalam menentukan pendirian politik juga sangat penting dan akan menentukan masa depan parpol tersebut. Parpol yang mengkhianati aspirasi konstituennya dipastikan akan terpuruk, selanjutnya akan menjadi parpol gurem dan padam. Begitulah...!(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px