Logo
Print this page

Revolusi Mental Harus Optimal


Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh bersama pimpinan DPW NasDem seluruh Indonesia dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, banyak memberikan masukan untuk periode kedua pemerintahan Jokowi. Surya Paloh ingin agar Jokowi bersama Ma'ruf Amin fokus menerapkan revolusi mental.

Jargon ini sebenarnya sudah disuarakan oleh Jokowi sejak kampanye Pilpres 2014 lalu. Namun pemerintah justru lebih banyak fokus pada pembangunan infrastruktur fisik selama lima tahun terakhir."Tadi Pak Surya Paloh menyitir bagaimana soal revolusi mental, restorasi Indonesia harus menjadi fokus periode kedua ini. Karena ini menjadi komitmen kita. Benang merah antara program Jokowi dan platform perjuangan Partai NasDem,"kata Willy, Ketua DPP NasDem.

Harapan yang disampaikan Surya Paloh tersebut sangat tepat dan sudah sepatutnya ditindaklanjuti oleh Presiden Joko Widodo. Bahwa, realisasi revolusi mental harus bisa dilakukan lebih optimal oleh Presiden Jokowi pada periode kedua kepemimpinannya bersama Wapres KH Ma'ruf Amin.

Surya Paloh dan para kader NasDem wajar memberikan harapan sedemikian kepada presiden terpilih. Sebab, NasDem selama ini dikenal sebagai partai yang tidak pernah neko-neko dan sejak 2014 lalu selalu konsisten memberikan dukungan penuh kepada Joko Widodo dalam pencalonannya sebagai presiden.

Karena itu, kita meyakini harapan yang disampaikan Ketua Umum DPP NasDem tersebut akan diterima sekaligus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh Presiden Joko Widodo, karena mantan Wali Kota Solo ini pasti menyadari lima tahun mendatang merupakan masa kepemimpinannya yang terakhir. Karenanya dia tidak lagi membutuhkan pencitraan dan akan lebih mengutamakan kerja, kerja dan kerja.

Begitu juga dengan Ma'ruf Amin, dengan usianya yang sudah cukup sepuh, hampir dapat dipastikan tidak akan memiliki ambisi untuk mengincar posisi orang nomor satu di republik ini. Dengan demikian suami Wury Handayani ini juga akan lebih fokus dalam membantu Presiden Joko Widodo untuk menyukseskan agenda pemerintahan. Salah satunya adalah melakukan revolusi mental.

Sejatinya di masa kepemimpinannya di periode pertama, Presiden Jokowi bersama Jusuf Kalla sudah mulai terlihat berupaya melakukan revolusi mental di dalam birokrasi pemerintahan, sejak dari atas hingga yang paling bawah. Kendati belum sepenuhnya berhasil sesuai dengan ekspektasi rakyat Indonesia.

Namun, hasilnya sudah semakin dirasakan. Yakni, jajaran pemerintahan di semua tingkatan, sudah mulai memiliki political will dalam menerapkan clean and good Government. Hal ini ditandai dengan semakin transparannya pengelolaan keuangan pemerintah, dan para pejabat pun terlihat semakin berhati-hati dalam mengelola keuangan negara.

Tentunya revolusi mental hanya akan mungkin dilakukan lebih optimal apabila terdapat teladan yang baik dari atas (pimpinan). Apabila pucuk pimpinan tertinggi di negeri ini dan instansi pemerintahan sudah bisa menjadi contoh dalam hal penegakan disiplin dan transparansi keuangan, kita meyakini yang di bawah juga akan mengikuti dan melakukan hal yang sama.

Di sisi lain optimalisasi revolusi mental juga harus disertai adanya keterlibatan dan dukungan dari aparat penegak hukum, seperti KPK. Karena itu keberadaan KPK harus terus diperkuat, supaya bisa bekerja lebih baik dan objektif dalam melakukan pencegahan dan penindakan terhadap para pejabat yang belum mampu memperbaiki kinerja dan mentalitasnya. Monggo... (**)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com