Log in

Saatnya Menuju Indonesia Unggul


17 Agustus adalah hari yang sakral bagi penduduk Indonesia karena merupakan hari kemerdekaan Indonesia. Kemeriahan penyambutan HUT RI sudah terasa di beberapa daerah. Mulai pemasangan bendera Merah-Putih hingga ragam perlombaan seru yang selalu diadakan dalam kegiatan Agustusan. Insya Allah, besok merupakan puncak peringatan HUT RI di seluruh Indonesia.

Seperti biasa setiap tahun pemerintah RI merilis logo resmi dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI. Tahun ini, perilisan logo memiliki desain angka '74' dengan padu padan warna merah dan putih, yang telah menjadi warna khas bendera Indonesia. Pemakaian slogan resmi 'Menuju Indonesia Unggul' rupanya terinspirasi dari ungkapan Presiden RI saat ini.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa prioritas utama Indonesia ke depan adalah pembangunan sumber daya manusia, sehingga terciptalah slogan yang mengusung tema 'Menuju Indonesia Unggul'. Penempatan slogan ini terletak pada logo HUT ke-74 RI, di bawah angka 74, diselipkan slogan resmi HUT RI.

Kalau diibaratkan dengan manusia. Usia negara kita bisa disebut sudah sepuh. Dengan kata lain, seharusnya Indonesia tidak hanya sekadar mewujud menjadi negara yang unggul, melainkan semestinya sudah tinggal landas dari berbagai tantangan yang masih dihadapi saat ini. Yakni kemiskinan, pengangguran dan ketidakmerataan pembangunan.

Kendati demikian sudah sepatutnya pula, kita mengapresiasi tekad dan keinginan pemerintah yang ingin membawa Indonesia menuju negara yang unggul. Nah, dalam hal ini kita pun patut berharap, bahwa untuk menjadi unggul, tentunya tidak akan bisa terwujud jika tidak disertai dengan adanya perbaikan menyeluruh di berbagai bidang secara simultan.

Salah satu yang perlu segera diperbaiki di kalangan elite pemerintahan dan politisi kita adalah berkaitan dengan mind-set dalam menyikapi kepentingan berbangsa dan bernegara. Pasalnya, sebagaimana sering mencuat ke permukaan belakangan ini, yang dominan adalah pendekatan politis dalam memandang dan menilai sesuatu.

Bagaimana mungkin Indonesia bisa unggul dibanding negara lain, dengan tradisi dan budaya politik kita yang masih juga belum mampu lebih mengedepankan sikap objektif dalam menilai kinerja orang lain. Terbukti, hingga kini masih banyak kalangan masih juga belum move on, dan kerap membully pejabat atau kepala daerah yang dianggap berseberangan atau dulu tidak didukung oleh partainya ?

Ketika seseorang sudah sah menjadi gubernur, bupati/wali kota di suatu daerah, seharusnya mereka diberi kesempatan terlebih dahulu membuktikan karya-karyanya, dan tidak terus-menerus dibully dan dicari-cari kesalahannya, sebagaimana belakangan ini kerap dialami Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubsu Edy Rahmayadi.     

Dalam konteks ini, kita ingin menekankan, bahwa Indonesia unggul hanya dimungkinkan bisa diraih, apabila semua pihak di negeri ini tidak terus-menerus terlibat dalam kegaduhan politik berkepanjangan. Dalam hal ini Presiden Jokowi bersama elite politik lainnya di negeri ini, hendaknya mampu memberikan keteladanan kepada rakyat Indonesia, perihal pentingnya kebersamaan dan kekompakan dalam membangun bangsa ini.'

Indonesia sudah genap berusia 74 tahun. Sangat naif jika memasuki usia yang sudah sepuh itu, para elite bangsa masih juga disibukkan dengan rebutan kursi yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan kepentingan rakyat. Indonesia unggul hanya dimungkinkan bisa terwujud, apabila semua pihak berbuat dan bertindak sesuai koridor aturan perundangan yang berlaku.

Di saat rakyat telah memberi amanah kepada Jokowi kembali memimpin negeri ini, biarkanlah beliau menentukan siapa saja yang akan menjadi pembantunya dan tidak perlu terlalu direcoki. Sebab, kondusifitas politik merupakan salah satu faktor utama dalam mewujudkan Indonesia unggul. Dirgahayu Indonesiaku...(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px