Log in

Begal di Jalan MT Haryono Disidang, Beraksi Usai dari Diskotek


Medan-andalas Toma Ramadan Manalu (43), warga Jalan Bunga Cempaka XI No 7 Lingkungan III, Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, pelaku begal sepeda motor yang menewaskan korbannya Loei Wie Loen menjalani sidang perdana di ruang Cakra III Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (13/8) siang.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fauzan Arif Nasution menyebutkan, kejadian itu berawa pada Rabu 18 Juli 2018 sekira pukul 05.30 WIB. Ketika itu, terdakwa Toma bersama rekannya Muhammad Arif (berkas perkara terpisah) sedang berada di Diskotek New Zone Jalan Wajir Medan.

Selanjutnya, Muhammad Arif mengatakan, “Kok seram kali muka kau dan (maksudnya Ramadan), mau duit, yok cari duit”, dijawab, “Yok”.

"Selanjutnya mereka pergi naik sepeda motor Honda Beat dan melintasi Jalan Raden Saleh Medan. Saat itu, terdakwa dan Muhammad Arif melihat korban Loei Wie Loen mengendarai sepeda motor Honda Supra hitam nomor polisi BK 2909 KM," beber jaksa di hapadan majelis hakim diketuai Riana Pohan.

Ketika itu, korban yang sadar diikuti pelaku begal segera memacu sepeda motornya. Namun, di Jalan MT Haryono, Kecamatan Medan Timur, Muhammad Arif langsung menabrak dan menendang sepeda motor korban hingga terjatuh. Terdakwa dan Muhammad Arif menghampiri korban.

Karena korban tidak terbangun dan masyarakat sudah ramai, terdakwa dan Muhammad Arif melarikan diri ke Jalan Pulau Pinang, Medan. Kemudian datang saksi Dwi Purwanto (anggota Polsek Medan Timur) ke lokasi kejadian dan melihat korban sudah tidak sadar karena mengalami luka di bagian kepala. Korban dibawa ke Rumah Sakit Murni Teguh.

"Sampai di rumah sakit, saudara korban bernama Lui Ing Cu menghubungi HP korban dan diangkat saksi Dwi Purwanto dengan menerangkan, korban di Rumah Sakit Murni Teguh dalam keadaan meninggal dunia. Peran terdakwa adalah mengambil barang milik korban dan peran Muhammad Arif sebagai joki sepeda motor. Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi, polisi berhasil meringkus keduanya," urai jaksa.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 365 ayat (3) dan ayat (2) ke-1 dan ke-2 KUHPidana. Usai mendengarkan dakwaan, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px