Logo
Print this page

Dua Bandar Sabu 53 Kg Dituntut Hukuman Mati

Dua terdakwa menjalani sidang tuntutan di PN Medan Dua terdakwa menjalani sidang tuntutan di PN Medan

Medan-andalas Dua warga Tanjung Balai yang merupakan sindikat peredaran narkoba antarnegara dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejatisu Rahmi Syafrina SH terkait penyelundupan sekitar 53 Kg sabu-sabu dari Malaysia ke Kota Medan.

Kedua terdakwa bernama Junaidi Siagian alias Edi (37), warga Keramat Kubah, Sei Tualang Raso, Tanjung Balai, dan Elpi Darius (49), warga Kapias Pulau Buaya, Teluk Nibung, Tanjung Balai.

"Meminta kepada majelis hakim menjatuhkan hukuman mati kepada kedua terdakwa Junaidi Siagian alias Edi dan Elpi Darius (berkas terpisah)," kata jaksa Rahmi Shafrina di hadapan majelis hakim diketuai Morgan Simanjuntak di ruang Cakra IV Pengadilan Negeri (PN) Medan. Selasa (21/5).

Perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Kedua terdakwa telah melakukan percobaan atau permufakatan jahat, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan sabu-sabu yang beratnya melebihi 5 gram," kata Syafrina.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim menunda persidangan pekan depan dengan Agenda pembelaan (pledoi) dari penasihat hukum dari LBH Menara Keadilan, Sri Wahyuni.

Sementara, saat persidangan digelar, Nurdin dan Zainuddin sama sekali tidak terlihat di Pengadilan Negeri Medan, sejak agenda dakwaan hingga tuntutan. Padahal, keduanya ikut serta membawa sabu 53 Kg dari Labuhan Batu-Medan.

Mengutip dakwaan, bermula pada 29 September 2018 saat seseorang di Malaysia menelepon Junaidi dan menyuruhnya menyewa boat untuk menjemput 50 bungkus sabu-sabu ke Port Klang, Malaysia. Junaidi dijanjikan upah Rp 50 juta.

Singkat cerita, Darwin membawa boat dan langsung berangkat ke Port Klang, Malaysia untuk menjemput sabu-sabu. Pada 3 Oktober 2018 dia menelpon Junaidi dan mengatakan boatnya rusak. Narkotika yang dibawanya terpaksa diturunkan di Tanjung Sarang Elang, Labuhan Batu, Sumut.

Junaidi menyuruh Elpi untuk menghubungi Darwin. Mereka sepakat narkotika itu diambil di tangkahan boat di Tanjung Sarang Elang.

Untuk menjemput sabu itu, Junaidi kembali berhubungan dengan Febri. Dia dipinjamkan mobil Honda CRV dengan nomor polisi BK 630 DZ.

Junaidi juga diberi handphone (HP). Penerima sabu itu nantinya akan menelepon melalui perangkat itu.

Kemudian, Junaidi dan Elpi menjemput sabu-sabu itu di lokasi yang ditentukan. Setelah memuat narkotika itu, mereka bergerak ke Medan, namun sempat singgah ke Padang Sidempuan, Rantau Prapat, dan Berastagi.

Di perjalanan, Junaidi menerima telepon dari Zainal Abidin alias Zainal (penuntutan terpisah). Komunikasi itu menggunakan HP yang diberikan Febri. Zainal menyatakan sabu itu akan diterima Bahlia Husen alias Iwan (penuntutan terpisah).

Setelah sampai di kawasan Pancur Batu, mobil mereka dikejar petugas Badan Narkotika Nasional (BNN). Mereka akhirnya dihadang dan dihentikan di Jalan Brigjen Zein Hamid, Titi Kuning, Medan Johor pada Jumat (5/10/2018) sekitar pukul 01.15 WIB.

Petugas BNN langsung melakukan penangkapan terhadap Junaidi Siagian, Elpi Darius, Syahrial, Nurdin dan Zainuddin, kemudian disita barang bukti 6 buah jerigen berisi narkotika jenis sabu seberat 53 Kg disimpan di bagasi belakang mobil CRV warna abu-abu muda BK 630 DZ. (AFS)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com