Logo
Print this page

Dua Wanita Cantik Jaringan Pengedar Ekstasi Disidangkan

Dua wanita cantik jaringan pengedar narkoba mendengarkan dakwaan di PN Medan, Rabu (10/7) Dua wanita cantik jaringan pengedar narkoba mendengarkan dakwaan di PN Medan, Rabu (10/7)

Medan-andalas Dua wanita cantik Riska Andriani (20) dan Tria Agusuma (19), bersama tiga terdakwa pria harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (10/7).

Kedua wanita itu didakwa bersengkongkol bersama tiga pria, yakni Mauliddin, Sigit Prayugo dan Akbar Fahlevi sebagai kurir pil ekstasi.

Dalam sidang perdana itu, kedua wanita tersebut tampak gugup dan hanya bisa tertunduk. Mereka hanya sesekali melirik ke arah majelis hakim diketuai Azwardi Idris dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anwar Ketaren.

Dakwaan jaksa, disebutkan kelimanya ditangkap pada 19 Maret 2019 sekitar pukul 18.15 WIB  di pinggir Jalan Sei Arakundo Kelurahan Sei Sikambing D Kecamatan Medan Petisah Kota Medan.

"Tanpa hak dan melawan hukum melakukan pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I bukan tanaman," ujar jaksa.

Penangkapan itu terjadi pada 19 Maret 2019 sekitar pukul 18.15 WIB. Awalnya, personel kepolisian, Hendrik, Redi Yudha, dan Aditya Pratama Ramadhan melakukan penangkapan terhadap terdakwa Mauliddin dan Sigit Prayugo.

Dari Mauliddin dan Sigit disita barang bukti berupa pil ekstasi orange berlogo instagram sebanyak tujuh butir berat bersih 2,42 gram netto di dalam plastic klip tembus pandang.

"Para terdakwa ditangkap saat bertransaksi kepada saksi polisi Hendrik yang menyamar sebagai pembeli bersama dengan memesan pil ekstasi sebanyak 10 butir kepada terdakwa Mauliddin. Dia menentukan harganya adalah Rp 160 ribu per butir sehingga seluruhnya dijual dengan harga 1,6 juta," jelas Anwar.

Setelah ditangkap, para terdakwa mengaku narkotika jenis pil ekstasi tersebut diperoleh dari saksi Akbar Fahlevi Tambunan, Tria Agusuma dan Riska Andriani di rumah kos-kosan kedua wanita itu.

Atas keterangan terdakwa tersebut, pada 19 Maret 2019 sekitar pukul 18.15 WIB dilakukan penangkapan terhadap terdakwa Akbar Fahlevi Tambunan, Tria Agusuma, dan Riska Andriani di Jalan Sei Arakundo No 30 Kelurahan Sei Sikambing D Kecamatan Medan Petisah.

"Terdakwa Mauliddin dan Sigit Prayugo beralasan untuk menyerahkan uang kekurangan pembelian pil ekstadi sejumlah Rp 400.000 untuk pil ekstasi sebanyak tiga butir," jelas JPU.

Setelah ditangkap tersangka Akbar Fahlevi Tambunan Alias Akbar, Riska Andriani Alias Riska, dan Tria Agusuma Alias Tria mengaku, sebelumnya telah bertransaksi pil ekstasi di dalam kamar kos tersebut kepada Mauliddin dan Sigit sebanyak tujuh butir dengan harga Rp 1.000.000.

Para terdakwa menyebut, pil ekstasi tersebut diperoleh dari seorang laki-laki bernama Ridho (DPO). "Selanjutnya kelima terdakwa tersebut beserta barang bukti dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Terdakwa tidak mempunyai izin dari pihak yang berwenang untuk menjual, menjadi perantara dalam jual beli, atau menyerahkan narkotika," sebut jaksa Anwar.

Perbuatan kelima terdakwa diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan minimal ancaman pidana minimal 4 tahun dan maksimal penjara seumur hidup.

Seusai sidang, kedua wanita itu terus menutupi wajahnya dengan tangan dan tak sedikitpun memberikan komentar saat ditanyai awak media. (AFS)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com