Log in

Gelapkan Rp 350 Juta, Manejer PT ABL Dijebloskan ke Rutan Tanjung Gusta

Tersangka Ahui saat diserahkan Kejatisu sebelum diangkut ke Rutan Tj Gusta Medan, Rabu (14/8). Tersangka Ahui saat diserahkan Kejatisu sebelum diangkut ke Rutan Tj Gusta Medan, Rabu (14/8).

Medan-andalas Tim Tindak Pidana Umum (Tipidum) Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu) menjebloskan tersangka Himawan Loka alias Ahui (50) ke Rutan Tanjung Gusta Medan setelah dilimpahkan penyidik Poldasu, Rabu (14/8).

Manajer PT Agung Bumi Lestari (ABL) itu diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan (tipu gelap) sebesar Rp 350 juta milik saksi korban Edwin. Kasipenkum Kejatisu Sumanggar Siagian, kepada wartawan membenarkan penahanan terhadap tersangka Ahui.

"Tersangka kita tahan untuk mempermudah pemberkasan," ujar juru bicara Kejatisu tersebut.

Untuk pemberkasan, kata Sumanggar, Kejatisu menunjuk jaksa penuntut umum (JPU) Dwi Melly Nova. Tersangka Ahui dijerat pasal 372 dan 378 KUHPidana tentang penipuan dan penggelapan. Pantauan wartawan, tersangka Ahui diserahkan penyidik Poldasu ke JPU Kejatisu bersama puluhan tersangka lainnya sekitar pukul 13.00 WIB.

Namun, saat dibawa ke Kejari kemudian Rutan Tanjung Gusta, tersangka Ahui terpisah dengan tersangka lain yang menaiki mobil tahanan. Tersangka Ahui diangkut mobil pribadi.

JPU Dwi Melly Nova yang menangani perkara Ahui itu tidak bersedia menjelaskan adanya keistimewaan mobil yang dinaiki tersangka. Dia hanya membenarkan ada upaya pihak tertentu ingin menangguhkan penahanan tersangka Ahui. Tapi JPU menolak, karena belum ada perdamaian dengan korban.

Seperti diketahui, Edwin (42), warga Jalan Brigjen Katamso Medan Maimun mengadukan Himawan Loka alias Ahui ke Poldasu, karena diduga menggelapkan uang pembayaran kertas pembungkus nasi.

Selama ini, korban selaku pemilik UD Naga Sakti Perkasa mengikat perjanjian dagang dengan PT ABL (Andrian Suwito) yang berlokasi di Dusun I Kecamatan Pelanggiran, Kabupaten Batubara. Sedangkan CV Naga Sakti mengambil kertas pembungkus nasi dari PT ABL. Sementara PT ABL mengambil pelastik dari UD Naga Sakti.

Pembayaran dari CV Naga Sakti ke PT ABL melalui manajernya Ahui. Namun, pembayaran korban tidak disampaikan kepada PT ABL. Akibatnya, korban diadukan PT ABL ke Polrestabes Medan dengan tuduhan penipuan.  Tapi hakim PN Medan membebaskan Edwin dengan alasan bukan perkara pidana karena menyangkut utang piutang. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px