Log in

Jual Dua Gadis, Mucikari Transaksi Seks Online Dapat Fee Rp 300 Ribu

Mucikari Transaksi seks via online disidangkan di PN Medan, Selasa (13/8). Mucikari Transaksi seks via online disidangkan di PN Medan, Selasa (13/8).

Medan-andalas Menawarkan layanan seks secara online via WhatsApp (WA) biasa disebut mucikari atau germo, Hamdani alias Kak Dani alias Dani (25), duduk di kursi pesakitan ruang Cakra VII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (13/8) sore.  Warga Jalan Sampali Pasar VI Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan ini didakwa telah melanggar UU ITE.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eka Kartika Purba disebutkan, pada Kamis, 16 Mei 2019 sekira pukul 14.00 WIB, akun WhatsApp (WA) terdakwa menerima pesan dari calon pelanggan berisi mencari cewek untuk melakukan hubungan seks. Terdakwa kemudian menghubungi tiga wanita kenalannya yang biasa melakukan layanan tersebut.

Sekira pukul 18.00 WIB, ketika menyalon saksi korban, RR alias Via dan RU alias Rini alias Sasa, terdakwa kembali dihubungi calon pelanggan menanyakan pesanannya. Terdakwa lalu menawarkan job atau orderan tersebut kepada Ria dan Rini dan disetujui. Terdakwa langsung mengirimkan foto Ria dan Rini ke calon pelanggan.

"Selanjutnya, antara terdakwa dan calon pelanggan melakukan negosiasi harga hingga disepakati tarif untuk layanan Short Time (ST) sebesar Rp 1.500.000. Untuk fee atas jasa terdakwa Rp 300.000," ungkap JPU di hadapan majelis hakim diketuai M Ali Tarigan.

Sekira pukul 22.00 WIB, terdakwa bersama kedua saksi korban pergi ke Hotel Grand Aston City Hall, Jalan Balai Kota Medan. Sampai di lokasi, terdakwa bersama kedua saksi korban diarahkan ke kamar nomor 709.

Saat dalam kamar, terjadi proses pembayaran dan tak lama kemudian petugas Ditreskrimsus Poldasu langsung melakukan penggerebekan.

"Petugas berhasil menangkap terdakwa bersama kedua saksi korban dan mengamankan uang tunai sebesar Rp 3.300.000. Selanjutnya, terdakwa berikut barang bukti dibawa ke Kantor Ditreskrimsus Poldasu guna proses hukum lebih lanjut," tandas Eka.

"Perbuatan terdakwa Hamdani sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)," pungkas JPU Kejatisu tersebut.

Usai dakwaan, JPU menghadirkan dua saksi korban yakni Ria dan Rini. Keduanya mengaku kenal terdakwa sejak 3 bulan lalu setelah penggerebekan terjadi. Mereka mengakui, terdakwa menawarkan jasa seks dan baru pertama kali.

"Dia (Hamdani) menawarkan kita kepada orang lain melalui handphone (HP). Sebelumnya sudah ada pembicaraan terlebih dahulu. Singkat cerita, foto kita dikirim. Kita pergi ke lantai 3 (Hotel) Grand Aston untuk menjumpai pelanggan. Tapi hitungan detik, kita udah digerebek (polisi)," jelas kedua saksi.

Sementara, terdakwa Hamdani mengakui telah menawarkan kedua saksi korban kepada pelanggan. Dia berdalih baru pertama kali menjual wanita.

"Saya dapat fee dari tamu (pelanggan) sebesar Rp 300.000. Tapi dari mereka (saksi korban) belum tau berapa dikasih," cetus terdakwa dengan gaya kemayu. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px