Log in

Kasus Penculikan Ationg Diduga Ditunggangi ‘Markus’

Fenny perlihatkan bukti chat WA dengan terduga 'markus', Rabu (25/3). Fenny perlihatkan bukti chat WA dengan terduga 'markus', Rabu (25/3).

Medan-andalas Kasus penculikan seorang suami Sjamsul Bahari alias Ationg, warga Kompleks Jemadi Medan, yang dilaporkan istrinya, Fenny Laurus Chen ke Polda Sumut, sepertinya telah ditunggangi oknum makelar kasus (markus).

Setelah tidak mendapat kepercayaan, pria etnis keturunan bernama Dedi, warga sekitar Medan Sunggal itu, diduga berpaling mengurus terlapor penculikan, Susanto alias Ayong, warga Tanjung Balai.

"Saya menduga si Dedi ini memang 'markus'. Karena setelah tidak bisa mengurus kasus saya, dia (Dedi) balik mengurusi pelaku penculikan suami saya," sebut Fenny Laurus Chen kepada wartawan di Medan, Rabu (25/3).

Menurut Fenny, perkenalannya dengan Dedi, setelah diarahkan oleh temannya yang sempat menjadi saksi pelaporannya ke Polda Sumut, yakni Hendri Wijaya. Dedi disebut Hendri memiliki jaringan ke aparat tertentu hingga di tingkat pusat. Tapi, belakangan Hendri Wijaya, warga Jalan Pukat/AR Hakim Medan itu mencabut kesaksiannya diduga karena disiasati Dedi.

"Si Hendri, yang dulu sempat menjadi saksi laporan saya itulah yang mengenalkan saya kepada si Dedi. Saya duga mereka ini memang berkomplot," ujar Fenny, menambahkan seluruh chat WhatsApp (WA) dengan Dedi masih disimpannya.

Kata Fenny, Dedi mengaku bisa membantu laporan penculikan suaminya asal ada 'peluru'. Fenny menyerahkan uang Rp 20 juta untuk operasional penangkapan terlapor. Namun, 'cakap besar' Dedi tidak bisa dibuktikannya hingga membuat Feny meminta uangnya dikembalikan, dan masih tersisa Rp 5 juta.

"Dia bilang uang itu untuk siram sana sini, biar terlapornya cepat ditangkap. Tapi, ternyata dia bohong. Saya sudah konfirmasi langsung ke pihak yang disebut Dedi akan diberi uang. Malah, uang saya belum sepenuhnya dikembalikannya. Setiap ditagih kekurangannya,  dia hanya bilang sabar," kesal Feny, mengaku sempat ingin melaporkan Dedi ke pihak berwajib.

Atas dasar itu, Fenny yakin Dedi telah berbalik mengurus dan membantu terlapor agar bisa lolos dari jerat hukum. Berbagai manuver atau cara dilakukan Dedi untuk mendapatkan uang dari kasus penculikan yang kabarnya sudah pada tahap penyidikan tersebut.

"Mungkin, karena uang itu saya minta terus si Dedi sakit hati, 'balik gagang' jadi membantu terlapor," kata wanita etnis keturunan tersebut.

Sementara, Dedi ketika dikonfimasi mengatakan awal perkenalannya dengan Fenny melalui rekannya bernama Hendri Wijaya. "Minta tolong dia (Fenny). Dia (Fenny) minta tolong sama Hendri bukan melalui saya. Dia (Fenny) bilang sama Hendri, dia (Fenny) terzolimi. Hendri bilang ke saya bahwasannya suaminya diculik," kata Dedi di Medan, Rabu (25/3).

Karena merasa tidak sanggup menyelesaikan masalah Feny, dia mengaku mengundurkan diri untuk membantu.

"Saya tidak bela terlapor, saya tidak bela siapa-siapa, saya netral. Jadi saya tidak bisa bantu dia, saya mengundurkan diri. Saya tidak ada bela terlapor," tegasnya.

Disinggung mengenai banyak mengenal para pejabat Polri, Dedi membantah. "Nggak, saya orang biasa, saya dekat sama Tuhan," akunya.

Terkait adanya uang sebesar Rp20 juta yang diberikan Fenny kepadanya, Dedi juga membantah. "Sebenarnya saya yang bolak balik dimintai tolong sama dia (Fenny), termasuk saya sudah rugi waktu saya, anak saya terlantar di mobil satu harian waktu di Polsek Percut waktu bantuin dia. Katanya suaminya diculik minta tolong ke saya. Intinya saya yang rugi di materil dan inmateril saya yang rugi. Tapi sudahlah saya bantu, saya anggap ikhlas, kan saya pakai minyak ke sana. Saya tidak ada pernah masalah uang dengan si Fenny, malah saya yang dirugikan. Itu saja, dia (Fenny) bilang sama orang, saya ngambil uang Rp20 juta. Kalau bisa dibuktikan saya ngambil uang itu, saya berani bertaruh sama dia," tukasnya.

Dalam laporan kasus dugaan penculikan yang menimpa suami Fefny, Sjamsul Bahari alias Ationg, Dedi mengaku tidak berpihak dari pelapor maupun terlapor Susanto alias Ayong. "Pokoknya di pihak Fenny dengan si Ayong sebagai terlapor, saya tidak ada pihak sana sini, saya netral. Jadi, pihak sana (pelapor) konfirmasi, pihak sini (terlapor) konfirmasi saya, jawaban saya sama, tidak ada saya pro ke sana maupun ke sini," tuturnya.

Dia juga membantah disebut sebagai pengacara dari terlapor Ayong. "Saya tidak pengacara, saya tidak pernah buat statemen di koran, saya tidak pernah diwawancarai wartawan apapun saya tidak ada kaitan dengan siapapun karena saya bukan siapa-siapa di kasus ini ya," pungkasnya. (DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px