Log in

Lau Tjion Kiong Ditangkap Atas Putusan MA

Lau Tjion Kiong (dua kanan) dibekuk adanya putusan MA. Lau Tjion Kiong (dua kanan) dibekuk adanya putusan MA.

Sempat Ditahan Delapan Bulan Karena Penipuan

Medan-andalas Usman alias Lau Tjion Kiong alias Kiong (71), harus kembali meringkuk di sel tahanan. Warga Jalan Sei Deli Kelurahan Silalas Kecamatan Medan Barat ini disergap tim eksekutor Kejari Medan pada Sabtu (20/7) pagi, untuk menjalani masa hukuman 2 tahun penjara yang dijatuhkan Mahkamah Agung (MA) dalam kasus penipuan.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Medan, Parada Situmorang mengatakan, Usman merupakan terpidana dalam kasus penipuan senilai Rp 3 miliar yang dilakukannya pada 2011 silam. Pria itu sempat ditahan 8 bulan usai PN Medan menghukumnya dengan pidana 2 tahun penjara pada awal 2018.

"Namun, dia banding dan Pengadilan Tinggi Medan pada Juni 2018 mengeluarkan putusan Onslaag (Terdakwa  terbukti, tetapi perbuatan itu bukanlah merupakan suatu tindak pidana) kepada terdakwa. Sehingga terdakwa keluar dari tahanan," terang Parada.

Jaksa kemudian melakukan kasasi. Selanjutnya, pada Desember 2018, Mahkamah Agung membatalkan putusan PT Medan dan menghukum pria itu 2 tahun penjara. "Kita terima salinan putusannya pada 1 Juli kemarin. Mulai saat itu, tim eksekusi yang dipimpin jaksa  Rambo L Sinurat melakukan pengintaian terhadap terpidana yang diketahui mempunyai dua alamat tersebut," ungkap Parada.

Tiga minggu melakukan pengintaian di dua rumah milik terpidana, tim akhirnya mengetahui keberadaannya. Tim Pidana Umum Kejari Medan langsung menyergap Usman saat keluar dari kediamannya.

"Baru tadi pagi berhasil ditangkap, dan ada sedikit perlawanan. Tim kita sempat terlibat aksi saling tarik dengan terpidana, tapi setelah dijelaskan sudah ada putusan yang berkekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung RI, akhirnya terpidana mengikuti permintaan eksekutor," beber Parada.

Usman kemudian diboyong ke Kejari Medan untuk proses administrasi. Selanjutnya pria tua ini akan dibawa ke Lapas Tanjung Gusta untuk menjalani sisa hukumannya. "Sebelumnya, jaksa kasus ini meminta agar Usman dihukum selama 3  tahun dan 6 bulan," pungkas Parada. Berdasarkan data diperoleh, kasus yang menjerat Usman berawal penjualan dua panglong miliknya kepada korban Aldo Alynius pada 2011 silam seharga Rp 3 miliar.

Belakangan, korban Aldo hendak membaliknamakan sertifikat tanah dua panglong itu atas nama dirinya. Namun, ketika melakukan pengurusan balik nama tersebut, saksi korban mengetahui terdakwa telah melakukan pemblokiran atas tujuh sertifikat yang akan dibalik nama. Sehingga saksi korban tidak bisa melakukan balik nama atas tujuh sertifikat tersebut. Korban kemudian keberatan hingga akhirnya kasus ini bergulir ke ranah hukum. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px