Logo
Print this page

Pemelihara Burung Langka Tanpa Izin Diadili

Terdakwa pemelihara burung langka diadili di PN Medan, Selasa (14/5). Terdakwa pemelihara burung langka diadili di PN Medan, Selasa (14/5).

Medan-andalas Adil Aulia, warga Jalan Yos Sudarso, Lingkungan I, Kelurahan Mabar, Medan Deli, diadili di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (14/5) sore. Pria 28 tahun itu didakwa menyimpan tanpa izin sebanyak 16 burung langka dilindungi pemerintah.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Fransiska Panggabean, terdakwa Adil Aulia bersama rekannya Robby yang masih daftar pencarian orang (DPO), diketahui menyimpan burung langka itu pada Desember 2018 hingga Februari 2019.

Burung-burung langka itu mereka simpan di rumah orang tuanya, Jalan Yos Sudarso. Dari total 16 burung yang disimpan, lima diantaranya jenis Kakatua Raja yang dimiliki Desember 2018.

"Kemudian lima Kesturi Raja, satu ekor Rangkong Papan, satu ekor Kakatua Maluku, satu ekor Kakatua Jambul Kuning dan tiga ekor burung Kasuari Klambir Ganda," terang jaksa di hadapan majelis hakim diketuai Mian Munthe.

Dijelaskan jaksa, terdakwa selama menyimpan burung-burung langka itu, mendapat upah dari Robby sebesar Rp1,2 juta setiap bulannya. Terdakwa bertanggung jawab untuk membersihkan dan memberi makan satwa langka tersebut.

Namun naas, masyarakat yang terusik dengan aktifitas terdakwa di lingkungan tersebut, melaporkan terdakwa ke pihak kepolisian.

"Saat terdakwa memberi makan burung-burung itu, pihak kepolisian dan petugas dari Balai Besar Konservasi Sumber Alam provinsi Sumut melakukan pemeriksaan ke rumah tersebut dan ditemukan burung yang dilindungi itu," beber jaksa.

Terdakwa kemudian diamankan berikut barang bukti burung langka. Sedangkan Robby kabur dan hingga kini masih DPO.

Disebutkan jaksa, 16 burung yang disimpan terdakwa merupakan satwa dilindungi pemerintah sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018.

"Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 40 ayat 2  jo Pasal 21 Ayat 2 huruf a UU RI No 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," jelas jaksa.

Terdakwa tidak mengajukan eksepsi terhadap dakwaan tersebut. Sidang akan dilanjutkan pada Selasa pekan depan.

"Baiklah kalau tidak mengajukan eksepsi, minggu depan kita lanjutkan dengan agenda pembuktian," tandas Mian Munthe, sembari mengetok palu sidang. (AFS)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com