Log in

Sekuriti Saksi Kasus Narkoba Bos KTV Electra

Sekuriti KTV Electra bersaksi di PN Medan, Kamis (5/12). Sekuriti KTV Electra bersaksi di PN Medan, Kamis (5/12).

Medan-andalas Sekuriti KTV Electra, Haposan Setiawan menjadi saksi dalam kasus narkotika jenis pil ekstasi logo Mahkota sebanyak 14 butir, Happy Five (H5) 9 butir dan ketamin seberat 1,36 gram dengan terdakwa Bos KTV Electra, Sugianto alias Aliang (33). Pria yang bekerja selama 9 bulan ini menyatakan, pimpinannya tersebut mengakui telah memiliki barang haram tersebut.

"Pak Sugianto sempat tak mengakui kalau barang-barang (narkotika) itu punya dia. Tapi, ngak lama diakui pak Sugianto," ujarnya di ruang Cakra VII Pengadilan Negeri (PN) Medan, kemarin.

Di hadapan majelis hakim diketuai Tengku Oyong, Haposan menceritakan, pada Selasa,  27 Agustus 2019 sekitar jam 10.30 WIB, Sugianto datang ke kantornya. Satu jam kemudian, petugas kepolisian juga datang melakukan penggerebekan dan penggeledahan.

"Jam 11.30 WIB, polisi masuk. Saya mengikuti dan menunjukkan ruang Pak Sugianto. Saat itu, laci meja Pak Sugianto terkunci, tapi orangnya ada. Karena terkunci, saya disuruh nyongkel lacinya untuk dibuka atas seizin Pak Sugianto," ucap Haposan.

Setelah laci terbuka, polisi menemukan satu amplop putih berisi ekstasi logo Mahkota sebanyak 14 butir, Happy Five (H5) 9 butir dan serbuk ketamin (bahan dasar sabu) seberat 1,36 gram.

"Di laci juga ada dompet milik Pak Sugianto," ungkap Haposan.

Saksi lain, Novianti Kaylani mengaku tidak ada yang duduk di meja Bos KTV Electra selain Sugianto.

"Saya ketemu Pak Sugianto dua minggu sebelum kejadian (penggrebekan). Operasional KTV dibuka pada jam 14.00 WIB," pungkas wanita yang sudah bekerja 10 bulan itu.

Menanggapi keterangan dua saksi, Sugianto membantah telah mengakui barang haram itu miliknya.

"Saya tidak pernah mengakui kalau barang itu milik saya," kilahnya.

Dalam dakwaan JPU Anwar Ketaren, pada Selasa, 27 Agustus 2019 sekitar jam 10.30 WIB, terdakwa Sugianto alias Aliang datang ke Kantor KTV Electra, Jalan Kompleks CBD Polonia Blok G Nomor 50 Kelurahan Suka Damai Kecamatan Medan Polonia dan masuk ke dalam ruangan kerjanya.

Saat itu, terdakwa menyimpan barang haram tersebut di ruang kerjanya. "Petugas Dit Res Narkoba Polda Sumut menerima informasi dari masyarakat bahwa terdakwa menyimpan narkotika," ujar Anwar.

Sekitar jam 11.30 WIB, petugas kepolisian menuju ke KTV Electra. Setelah tiba, petugas menuju ke ruangan terdakwa yang saat itu sedang duduk.

Selanjutnya, polisi melakukan penggeledahan di lokasi tersebut didampingi salah satu petugas keamanan KTV Electra, Haposan Setiawan. Namun saat itu, laci pertama meja kerja milik terdakwa dalam keadaan terkunci. Sehingga saksi Haposan Setiawan membongkar atau membuka laci tersebut dengan izin terdakwa.

Setelah laci tersebut dapat dibuka, petugas menemukan satu lembar amplop warna putih berisi pil ekstasi logo Mahkota sebanyak 14 butir, Happy Five (H5) 9 butir dan serbuk ketamin seberat 1,36 gram.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika," tandas JPU Kejatisu tersebut. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px