Log in

Kim Yo Jong, Sosok Wanita Paling Berpengaruh di Korut


Kim Yo Jong bisa disebut sebagai wanita paling berpengaruh di Korea Utara saat ini. Namanya santer disebutkan bakal menggantikan sosok Kim Jong Un, jika yang bersangkutan meninggal dunia atau mengundurkan diri. Kim Yo Jong yang merupakan adik bungsu Kim Jong Un disebut merupakan calon kuat menggantikan sang kakak sebagai Supreme Leader di Korea Utara.

Kim Yo Jong merupakan sosok terkuat untuk menggantikan posisi kakaknya tersebut menjadi pemimpin Korea Utara, seperti apa sosok Kim Yo Jong yang disebut-sebut wanita misterius ini?

Adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un itu sudah menjadi pusat perhatian sejak tiba di Korea Selatan. Kunjungannya selama tiga hari menjadi bagian sejarah upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang.

Pensiunan analis Departemen Pertahanan, Robert Collins juga menyebutkan peran Kim Yo Jong dalam Departemen Propaganda dan Agitasi, tempat Kantor 39 berada."Dalam OGD, masalah yang memerlukan ratifikasi Kim Jong Un melalui Kim Yo Jong," tulis Collins. "Kader partai dilaporkan takut dan menghormatinya."

Kim Yo Jong disebut menikah dengan Choe Song, putra kedua Sekretaris KWP Choe Ryong Hae, kepala upacara negara dan ajudan kakaknya. Suaminya, kata para pejabat, terkait dengan Kantor 39 melalui perannya di Departemen Keuangan dan Akuntansi dari Departemen Propaganda dan Agitasi.

Di sebuah negara yang penuh rahasia dan terbatasnya informasi yang tersedia, Kantor 39 memiliki sejarah yang penuh warna, termasuk upaya penghilangan sanksi yang gagal untuk menyelundupkan dua kapal pesiar Italia senilai lebih dari USD 15 juta ke Korea Utara melalui China.

Sebagai utusan saudara laki-lakinya, dia ditugaskan menunjukkan sisi lembut rezim Korut, yang dikenal buruk karena dituduh melakukan serangkaian pelanggaran hak asasi manusia dan mengembangkan program senjata nuklir.

Strategi tersebut sejauh ini berhasil dilakukan rezim Korut di media Korsel. Kengerian yang diperlihatkan sang kakak, ayah, dan kakeknya sama sekali tidak terlihat dari sosok Kim Yo-jong di tengah sorotan media Korsel dan internasional."Dia terlihat bugar dan tampak gesit, dibandingkan dengan saudara laki-laki dan anggota keluarga lainnya," tulis Oh Young-jin, editor pelaksana Korea Times.

"Kunjungan Kim Yo-jong efektif di bidang hubungan masyarakat Korut, mengingat kakaknya dikenal sebagai diktator kejam yang menyuruh agen membunuh kakaknya sendiri dengan racun di siang hari di bandara internasional, dan juga membunuh pamannya dengan senjata anti-pesawat,"sambungnya seperti dikutip Guardian, beberapa waktu lalu.

Kantor berita CNN menyatakan bahwa Kim Yo-jong "mencuri pertunjukan di Olimpiade Musim Dingin." Sementara BBC mengatakan Korut berada dalam melancarkan "serangan dengan menggunakan pesona (Kim Yo-jong)."

Saat makan malam di hotel mewah di dekat lokasi Olimpiade, media setempat melaporkan bahwa dia "mengenakan jaket berwarna merah anggur dan celana hitam." Sejumlah pihak di Korsel menyandingkan sosoknya dengan Ivanka Trump, ibu negara AS yang akan menghadiri upacara penutupan Olimpiade.

Kim Yo-jong hadir tanpa pemberitahuan dalam pertandingan olahraga hoki untuk menghibur tim Korea yang terdiri dari pemain gabungan Utara dan Selatan. Dari situ, dia menyampaikan undangan kepada Presiden Korsel Moon Jae-in untuk mengunjungi Pyongyang.

Beberapa hari lalu, Kim Yo Jong mempertegas posisinya yang kuat di pemerintahan Korea Utara, dengan mengancam akan membatalkan perjanjian militer dengan Korea Selatan.

Selain itu, Korut juga mengancam akan menutup kantor penghubung lintas-perbatasan, kecuali Seoul menghentikan para aktivis mereka yang membagikan selebaran anti-Pyongyang di atas perbatasan dua negara itu.

Pernyataan itu hadir di tengah hubungan beku mendalam antara Korea Utara dan Korea Selatan meski tiga pertemuan antara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae In pernah berlangsung pada 2018.

Para pembelot Kora Utara dan aktivis lainnya telah lama membagikan selebaran yang mengkritik Kim Jong Un atas pelanggaran hak asasi manusia dan ambisi nuklirnya. "Pihak berwenang Korea Selatan akan dipaksa untuk membayar mahal jika mereka membiarkan situasi ini berlanjut sambil membuat berbagai alasan," kata Kim Yo Jong dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita resmi KCNA.

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C