Log in

Dicoret dari Timnas U-16, Tristan Alif Latihan ke Belanda


Jakarta-andalas Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti, mengungkapkan alasan mencoret pemain Tristan Alif.  Bima memutuskan mencoret 13 nama dari 41 pemain yang mengikuti seleksi Timnas U-16. Salah satu yang dipulangkan adalah Tristan Alif, pemain yang sempat dijuluki Lionel Messi Indonesia.

Pencoretan Tristan menimbulkan pertanyaan, sebab dianggap memiliki kemampuan potensial hingga sempat menimba ilmu di Eropa, seperti di Belanda dan Spanyol. Bima mengakui Tristan merupakan pemain yang memiliki skill bagus, tapi pemain dari ASIOP tersebut dianggap mempunyai kelemahan.

"Dia punya teknik dan skill yang bagus, tapi beberapa kali di momen tertentu dia lambat dalam mengambil keputusan kapan passing kapan dribbling, jadi dia sering hilang bola," ujar Bima saat dihubungi pewarta, Rabu (22/5).

Bima pun meminta agar Tristan tetap bersemangat dan meyakini memiliki peluang untuk mengembangkan bakatnya dan menjadi pemain Timnas di masa depan. "Dia punya prospek bagus, semoga dia bisa lebih baik dari sebelumnya dan kami akan selalu pantau dia, apalagi saya dengar dia akan trial di luar negeri akan lebih bagus untuk pengalaman dia," katanya.

Timnas U-16 sedang menjalani seleksi untuk persiapan menuju Piala AFF U-15 2019 yang digelar di Thailand. Indonesia berada di grup A bersama dengan Myanmar, Vietnam, Timor-Leste, Singapura, dan Filipina.

Berlatih ke Eropa

Setelah dicoret dari skuat Timnas Indonesia U-16, Tristan Alif Naufal dijadwalkan terbang ke Eropa untuk menjalani latihan di akademi klub Liga Belanda. Ibunda Tristan, Irma S Lansano, tidak mengetahui jelas alasan putranya dicoret dari skuat arahan Bima Sakti. Apalagi sebelumnya asisten pelatih, Indriyanto Nugroho, menyebut Tristan mengalami kemajuan.

"Saya juga kaget (Tristan dicoret). Bahkan siang sebelum dipulangkan, pelatih Indriyanto masih bilang bagus. Tidak ada alasannya (pencoretan Tristan). Tapi mungkin karena mereka mau kasih kesempatan Tristan berangkat ke Eropa. Karena Tristan seharusnya sudah sampai di Eropa tanggal 20 Mei," kata Irma, kemarin.

Tristan, lanjut Irma, mendapatkan undangan beasiswa dari salah satu akademi klub di Belanda selama sepekan, yakni pada 20-27 Mei mendatang. Namun, Irma belum bisa mengungkapkan klub yang dimaksud.

Tristan diakui Irma sempat sedih karena dicoret dari seleksi Timnas Indonesia U-16. Padahal, ia sudah memilih untuk tidak berangkat ke Eropa demi bergabung dengan timnas. "Kemarin, Tristan lebih memilih bela timnas bukan ke Eropa. Ya, dia sempat sedih karena sudah pilih enggak berangkat (ke Eropa) tapi dicoret timnas," ungkapnya.

Tapi, lanjutnya, bagaimanapun Tristan masih muda dan karier sepak bolanya masih panjang. Apalagi sudah ada klub di Belanda yang menunggu.  Tristan menjadi satu di antara pesepakbola muda potensial milik Indonesia. Tujuh tahun silam, ia pernah mendapat kesempatan unjuk skill di depan mantan pelatih Barcelona, Pep Guardiola.

Guardiola pun sempat memuji kualitas Tristan yang kala itu masih berusia tujuh tahun. Pelatih yang kini menangani Manchester City itu juga menilai Tristan punya peluang masuk akademi Barcelona bila serius berlatih.

Tristan pernah mencicipi pengalaman berlatih di Ajax Amsterdam. Namun, hingga kini bocah kelahiran Jakarta itu belum mendapat klub permanen untuk memuluskan langkahnya menjadi pesepakbola profesional. (DTC/CNN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px