Log in

BKKBN Laksanakan Uji Publik Rancangan Renstra

BERI ARAHAN - Sestama BKKBN Nofrizal didampingi kepala perwakilan BKKBN Sumut Temazaro Zega saat memberi arahan pada uji publik rancangan Renstra BKKBN 2020-2024, Selasa (22/10) di Medan BERI ARAHAN - Sestama BKKBN Nofrizal didampingi kepala perwakilan BKKBN Sumut Temazaro Zega saat memberi arahan pada uji publik rancangan Renstra BKKBN 2020-2024, Selasa (22/10) di Medan

Medan-andalas Perwakilan BKKBN Sumut melakukan uji publik rancangan Renstra BKKBN 2020-2024. Acara diikuti Bappeda Sumut, Dinas/OPD KB Provsu dan kab/kota Sumut serta mitra, dihadiri langsung Sekretaris Utama (Sestama) BKKBN Nofrizal. "Bapenas terkait Renstra meminta kita melakukan uji publik dengan stakeholder. Selain di Sulawesi Selatan  untuk bagian timur dan bagian barat yaitu Sumatera," kata Nofrizal usai membuka acara, Selasa (21/10) di Medan.

Dijelaskannya, Renstra sangat menentukan karena menyangkut anggaran tiap tahun selama lima tahun dan APBD menjadikan Renstra daerah. "Bagi daerah yang mau pemilihan Wali Kota atau Bupati Renstra bisa dijadikan visi misi," ujar Nofrizal.

Selain itu, lanjutnya, bagi BKKBN, Renstra 2020-2024 adalah masa penting tidak hanya akhir 2025. Tapi kita berada di daerah jendela kesempatan menghadapi bonus demografi. Meningkatkan ketahanan pengendalian keluarga, dimana tahun 2024 Sumut dibawah 2,4 atau rata rata nasional 2,1 per pasangan usia subur.

"Juga median usia kawin harus diangka 21, di Sumut tidak jadi masalah karena yang jadi masalah di wilayah tertentu," kata Nofrizal. Ia juga menyampaikan nuansa baru Renstra 2020-2024 yaitu setarakan pengendalian angka kelahiran dengan pembangunan keluarga. Jadi, mewujudkan keluarga berkualitas dan penduduk tumbuh seimbang.

"Jadi 2020 bagaimana benar benar meningkatkan kualitas keluarga mulai dari remaja, hamil, 1000 hari pertamà kehidupan, usia anak, remaja dan sampai penduduk usia lanjut," jelasnya. Sedangakan pada RPJM 2016-2019, terang Nofrizal lagi, lebih banyak pada tingkat pengendalian kelahiran, penggunaan alat kontrasepsi, mencapai peserta KB baru dan KB KB aktip.

"Sekarang, benar benar kita intervensi, kita bedah tiap keluarga. Selama ini ada 18 indikator tapi kita amati dan siapa yang membangun termasuk institusi," tegas Nofrizal. Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Temazaro Zega mengatakan, demografi di Sumut sedikit berbeda dengan daerah lain. Dengan uji publik, diharap indeks aspirasi masyarakat Sumut dapat ditampung di Renstra.

"Kita mengacu kepada Renstra nasional yang sudah selesai dengan indikator indikator yang sama. Tapi, angkanya berbeda karena berbeda angka capaian seperti nasional TFR nya 2,4 sedangkan di Sumut 2,9," ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam Renstra seperti meningkatkan akses pelayanan KB Sumut punya budaya yang berbeda dengan daerah lain. Maka, dilakukan pendekatan seperti melalui indeks pembangunan keluarga. Juga dalam menyusun Renstra menggunakan kelompok kelompok budaya. (YN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px