Log in

Wujudkan Demokrasi Bermartabat, Gerakan Bunuh Politik Uang Dideklarasikan

Diabadikan Presedium Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 diabadikan bersama usai deklarasi. Diabadikan Presedium Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 diabadikan bersama usai deklarasi.

Medan-andalas Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 (PMD14), digagas anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 yakni Muhri Fauzi Hafiz, Nezar Djoeli dan Hanafiah Harahap, Aripay Tambunan mendeklarasikan Gerakan Bunuh Politik Uang sebagai cikal bakal gerakan nasional, Senin (9/12) di De' Empatbelas Coffe Shop Jalan Armada 14 Medan.

Hanafiah Harahap dan Nezar Djoeli dalam manifestonya menyatakan, fenomena politik uang mengganggu masa depan demokrasi di Indonesia. Politik uang hanya menjadikan dunia politik menjadi pasar modal dengan investasi kerugian jangka panjang.

"PMD14 lahir sebagai sebuah organisasibergerak mengawal demokrasi bermartabat dan melahirkan kader muda anak bangsa yang akan menjadi pemimpin di daerah dan pemimpin nasional dengan cara-cara baik," ungkapnya.

Sejarah mencatat, dunia melalui Organisai Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB pada 9 Desember menyatakan sebagai gerakan internasional melawan korupsi. Jadi organisasi PMD14 hadir membawa Sumut menjadi diperhitungkan di tingkat nasional dan dunia. Tidak hanya diperhitungkan dengan potensi sumber daya alam (SDA) dimiliki namun diperhitungkan sebagai satu daerah pencetak pemimpin bangsa unggul dan bermartabat.

"Organisasi PMD14 adalah mitra masyarakat dengan semua problema kehidupan berbangsa dan bernegara. Kami siap menjadi pendamping setia masyarakat dan elemen anak bangsa, bersama memperjuangkan hajat hidup orang banyak sesuai amanat UUD 1945,"kata Hanafiah dan Nezar.

PMD14 ini, lanjutnya, bersama pemerintah akan bersinergi melahirkan masyarakat bermartabat dan cerdas dalam berpolitik. Tidak mau ikut praktik jual beli suara apalagi politik uang dengan berbagai bentuk dan menolak kejahatan kemanusiaan, judi, narkoba apalagi korupsi.

"Gerakan bunuh politik uang ini ikut berkontribusi menjaga nilai-nilai kemanusian, demokrasi dan hukum yang masih jauh dari cerminan UUD 1945," imbuhnya.

Ditambahkan Muhri, gerakan bunuh politik uang mungkin berat dilakukan, tapi dengan terus memberi pemahaman kepada masyarakat agar cerdas menentukan pilihan politiknya. Karena rakyat adalah kedaulatan tertinggi di negara Indonesia sesuai amanat UUD sehingga jadilah pemilih cerdas.

"Gerakan ini bukan semata-mata diperjuangkan dalam organisasi tapi akan ada banyak semangat dan dukungan, bisa sama-sama menjaga demokrasi menjunjung kesejahteraan masyarakat. Lahirnya gerakan ini dari keinginan anak muda yang mendapat sambutan PMD14 dan kawan yang akan maju dalam Pilkada serentak 2020," kata Fauzi.  

Dalam rangkaian deklarasi juga dilakukan peresmian De' Empatbelas Coffee Shop serta peluncuran buku 'Bunuh Politik Uang',karya Muhri Fauzi Hafiz dan orasi kesepakatan Gerakan Bunuh Politik Uang dari beberapa bakal calon (Balon) kepala daerah yakni HM Nezar Djoeli, balon Wakil Wali Kota Medan, Abdul Manan Nasution balon Wakil Kota Medan, Aripay Tambunan balon Wakil Bupati Labuhan Batu, Syamsul Qadri balon Bupati Asahan dan Muhri Fauzi Hafiz balon Wakil Wali Kota Binjai. (UJ)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px