Logo
Print this page

DD Diduga Dikorusi, Aparat Hukum Diminta Tangkap Mantan Kades Kelantan

Pekerjaan pembangunan jalan perambahan di Desa Kelantan yang dananya bersumber dari dana desa yang diduga di korupsi mantan kepala desa setempat. Pekerjaan pembangunan jalan perambahan di Desa Kelantan yang dananya bersumber dari dana desa yang diduga di korupsi mantan kepala desa setempat.

Brandan Barat-andalas Kepala Desa (Kedes) Kelantan, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Safrizal disebut-sebut telah menyelewengkan Dana Desa (DD) tahun 2018 kurang lebih Rp200 juta. Namun, kasus itu tidak pernah diproses hingga yang bersangkutan tidak lagi menjabat sebagai Kades, padahal sudah dilaporkan ke berbagai pihak.

Dugaan penyelewengan itu terkait dengan pekerjaan pembangunan jalan perambahan desa sepanjang 210x120 meter di Dusun III dengan pagu anggaran Rp270.925.450. Tetapi yang dikerjakan hanya sepanjang 160 meter dengan biaya Rp64.500.00.

Sejumlah masyakat Desa Kelantan melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gabungan Pemerhati Orang Tertindas Sumatera Utara (GAPOTSU) sudah melaporkan dugaan penyelewengan itu kepada aparat penegak hukum, seperti Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) di Pangkalan Brandan dan Inspektorat Kabupaten Langkat.

Namun, sampai sekarang kasus tersebut masih jalan di tempat. Laporan masyarakat Desa Kelatan seakan tidak digubris pihak terkait. Akibtanya, hukum kadang-kadang membuat rakyat bingung.

Ketua LSM GAPOTSU J Malau mengatakan, pihaknya sudah pernah datang ke rumah mantan Kades Kelantan Safrizal, tapi tidak ketemu. Ironisnya, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Safrizal tidak pernah mau menjawab.

Karena tidak berhasil menemui matan Kades itu, J Malau bersama timnya kemudian menemui Sekdes Kelantan MY guna mempertanyakan hal tersebut. MY pun mengakui permasalahan tersebut. Namun MY mengaku tidak tahu kemana lari dana desa itu.

Sementara itu, ketika Staf Ahli Editor Inspektorat Kabupaten Langkat Suparman dikonfirmasi tekait dugaan penyelewengan dana desa tersebut, mengatakan, yang bersangkutan sudah pernah dipanggil.

"Dia sudah pernah datang ke sini, sudah diperiksa dan sudah pula mengakui semua kesalahannya. Untuk itu, dia pun berjanji akan mengembalikan (dana desa), namun sampai sekarang belum juga dikembalikannya,” ujarnya.

Dari penelusuran dan penyataan pihak Inspetorat tersebut, timbul kesan adanya pembiaran dari aparat penegak hukum. Untuk itu, guna kepastian hukum, masyarakat meminta agar mantan Kades Kelantan Syafrizal segera ditangkap dan diproses sesuai hukum.

"Untuk itu kami minta kepada Kejaksaan Negeri Langkat untuk menangkap Safrizal. Jangan dibiarkan kasus itu berlalu begitu saja, hukum harus ditegakkan. Sudah jelas menyelewengkan uang negara, tapi dibiarkan terus menghirup udara bebas,” ujar beberapa warga. (BD/Zebua)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com