Log in

Emak-Emak di Dairi Blokir Jalan

Bongkahan batu ditempatkan di badan jalan di Desa Sosor Lontung untuk memblokir lalu lintas truk pengangkut hasil tambang galian C, sebagai bentuk protes terhadap aktivitas truk yang menimbulkan jalanan berdebu hingga meresahkan warga. Bongkahan batu ditempatkan di badan jalan di Desa Sosor Lontung untuk memblokir lalu lintas truk pengangkut hasil tambang galian C, sebagai bentuk protes terhadap aktivitas truk yang menimbulkan jalanan berdebu hingga meresahkan warga.

Protes Aktivitas Galian C

Sidikalang-andalas Puluhan warga didominasi Eemak-emak (kaum ibu, red) Desa Sosor Lontung, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi melakukan aksi protes terhadap aktivitas truk pengangkut hasil tambang galian C yang melintasi wilayah tersebut, kemarin. Mereka memblokir jalan dan menempatkan bongkahan batu di tengah badan jalan.

Warga dikonfirmasi wartawan, mengatakan, protes dilakukan karena setiap hari selalu dihadiahi kepulan debu dampak lalu-lalang truk pengangkut hasil tambang yang diperkirakan berjumlah ratusan unit setiap hari. Disebutkan, rumah di sisi kanan-kiri sepanjang lintasan selalu dipenuhi debu. Meski pintu tertutup, debu tetap masuk melalui celah dan ventilasi. Warga mengkhawatirkan berdampak terhadap kesehatan.

"Kemarin semua warga tidak ke ladang. Kami kompak melakukan aksi blokir jalan, tujuannya agar pengusaha tambang galian C melakukan penyiraman jalan secara rutin untuk meminimalisir kepulan debu. Tidak ada niat mengganggu pengemudi, mereka juga cari nafkah, yang kita protes pemilik tangkahan," kata Remiati Br Sihite.

Esnar Br Sianturi (63) menambahkan, beberapa bulan terakhir mereka tersiksa akibat debu, terlebih dampak musim yang sedang kemarau. Banyak warga yang terserang batuk dan flu. Walau sudah tua, ia mengaku ikut mengangkat batu ke tengah jalan untuk meluapkan kekesalan.

Aksi berakhir setelah negosiasi warga dengan pihak pengusaha galian dimediasi kepala Desa Sosor Lontung. Hari itu pengusaha galian melakukan tiga kali menyiram air ke badan jalan. Disepakati, penyiraman akan dilakukan rutin.

Warga lain, Erlida Br Sitanggang (37) menyebut akan kembali melakukan aksi jika pengusaha tidak melanjutkan penyiraman.

Kepala Desa Sosor Lontung Budi Manullang dikonfirmasi wartawan menyebut, aksi protes yang dilakukan  warganya masih wajar. Dia juga mengapresiasi warga yang secara kooperatif membersihkan batu dari tengah jalan pasca mediasi. "Intinya, warga hanya menuntut agar badan jalan disiram setiap hari," sebut Budi.

Dijelaskan, terdapat dua lokasi galian C di Desa Sosor Lontung yakni CV Satria dan UD Benget. Sementara di Desa Kabanjulu terdapat beberapa lokasi. Alur ke luar-masuk truk dari lokasi tambang termasuk dari Desa Kaban Julu, melintasi wilayah Desa Sosor Lontung.

"Ke depan akan dibuat kesepakatan antara pemerintah desa dengan pengusaha galian C terkait penyiraman badan jalan. Pemilik tambang di Desa Sosor Lontung sudah setuju, hanya saja mereka meminta agar penyiraman juga melibatkan pengusaha tambang di Desa Kaban Julu," jelas Budi.

Ditambahkan, sekitar tahun 2014 lalu pernah ada kesepakatan, saat itu kondisi jalan sedang rusak seperti saat ini. Namun setelah jalan diperbaiki tahun 2016 penyiraman tidak lagi dilakukan. "Kondisi sekarang, jalan kembali rusak, maka warga minta agar penyiraman dilakukan kembali," kata Budi. (GOL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px