Log in
Pemkab-Aceh-Selatan-Sekda-Bupati.jpg

Miris, Pasien PDP Meninggal di Kabanjahe Ditolak Warga Saat Hendak Dikebumikan

 Ratusan warga menghadang dan menolak rencana pemakaman corban Covid 19 di TPU Salit, desa Salit, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo. Andalas/ist Ratusan warga menghadang dan menolak rencana pemakaman corban Covid 19 di TPU Salit, desa Salit, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo. Andalas/ist


Kabanjahe-andalas Belum usai perkara minimnya fasilitas kesehatan untuk tim medis penanganan Covid-19, kini muncul fenomena tak kalah genting. Ramai-ramai warga di beberapa daerah menolak jenazah pasien positif ataupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Teranyar, proses pemakaman jenazah seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe, ketika hendak dikebumikan di TPU Salit Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo, ditolak ratusan warga setempat. Sungguh miris, kejadian penolakan di sejumlah daerah selama pandemi Covid-19, kembali terulang, Selasa petang (26/5).

Penolakan itu sungguh sangat memiriskan hati, menggugah empati, menampar keluhuran sikap kemanusiaan dan kebersamaan kita terhadap keluarga PDP yang sedang ditimpa cobaan berat. Sikap berlebihan justru tidak menunjukkan keluhuran budi dan solidaritas sosial yang selama ini jadi kebanggaan bangsa Indonesia. Harusnya, pasien yang meninggal akibat COVID-19 adalah sesama saudara yang harus diperlakukan dengan penghormatan yang baik. Namun sayangnya, di lain sisi, masyarakat mengaku belum diedukasi protokol pemakaman Covid-19, sehingga warga menolak pemakaman itu.

Dikabarkan, penolakan tersebut, disebut lantaran pihak Pemerintah Kabupaten Karo dan Tim Gugus Tugas tidak ada melakukan sosialisasi atau pencerahan kepada masyarakat terkait lokasi pemakaman Covid-19. Selain itu, lokasi pemakaman tidak jauh dari pemukiman penduduk. Tampak, tim medis dari RSU Kabanjahe dan pihak keluarga yang akan mengebumikan pasien PDP tersebut, dihadang ratusan warga. Perdebatan sengit terjadi antara warga beserta beberapa petugas dari Tim Gugus Kabupaten, Polres Tanah Karo yang ikut serta dalam rencana prosesi pemakaman itu.

Pantauan wartawan, salah seorang warga setempat, Mawardi Tarigan (33), mengatakan, keberatan warga karena tidak ada sosialisasi antara Pemerintah Kabupaten Karo dengan masyarakat sekitar yang berada di lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Salid, dijadikan sebagai makam pasien korban Covid 19.

Kami warga desa Salid keberatan. Karena pada dasarnya kami tidak tahu bahwa TPU ini dijadikan sebagi makam pasien terpapar Covid-19. Proses pengebumian korban Covid-19 sesuai protokol kesehatan, belum pernah disosialisasikan, teriaknya."Seandainya ada sosialisasi dari pihak Pemerintah Kabupaten Karo maupun dari Pemerintah Desa, tentu tidak ada hal seperti ini, karena lokasinya sangat dekat ke pemukiman,” ketusnya.

Turut hadir, Kapolres Tanah Karo, AKBP Yustinus Setyo, Kasdim 0205/TK, Mayor Inf D Marpaung, Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Karo, Martin Sitepu, Kasatpol PP Kabupaten Karo, Hendrik P Tarigan tengah melakukan mediasi dengan warga Desa Salid. Sementara keluarga korban PDP yang meninggal masih menunggu, karena belum ada kepastian bahwa jenazah keluarganya dimakamkan di TPU Salid.

Diketahui, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berinisial SUT (53) dari Kota Medan, meninggal dunia di RSU Kabanjahe. Pasien tersebut memiliki rekam jejak berkunjung ke rumah anaknya di Kecamatan Kabanjahe. Awalnya mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Umum (RSU) Efarina Etaham Berastagi. Selanjutnya dirujuk ke RSU Kabanjahe dengan gejala awal sakit perut, sesak napas dan akhirnya meninggal dunia.

Pasien tesebut dalam tiga hari belakangan ini mengalami sakit perut ditambah sesak napas, dan sempat berobat ke salah satu praktik dokter di Kabanjahe. Akibat penyakitnya tidak kunjung sembuh, maka keluarga pasien mengantarkannya ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe, Selasa (26/5) sekitar Pukul 01:00 WIB, dan meninggal dunia di ruang isolasi sekitar Pukul 08:30 WIB," sebut Humas RSU Kabanjahe, Tati Anggraini Br Sinulingga saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (25/5/2020) sekitar Pukul 10:00 WIB, diruang kerjanya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Karo, drg Irna Savrina Br Meliala menjelaskan, terkait penanganan pasien tersebut, keluarga pasien sudah menyetujui proses pemakaman yang mengikuti protokol Covid 19. Informasi terakhir diperoleh, jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) itu dibawa kembali ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe, karena ratusan warga bersikukuh menolak pemakaman di TPU Salit.

Mendapat kabar penolakan tersebut, Bupati Karo Terkelin Brahmana langsung berinisiatif menghubungi Plt Walikota Medan Akhyar Nasution dan meminta agar jenazah dapat dikuburkan di Medan. “Saya sudah menghubungi Plt Walikota Medan Bapak Akhyar Nasution dan beliau setuju,” kata Terkelin Brahmana.

Menurut Bupati, saat ini juga jenazah langsung diberangkatkan ke Medan untuk dikebumikan di TPU Simalingkar B Medan. Dan pihak keluarga juga sudah menyetujuinya dan berterimakasih kepada Pemkab Karo.(RTA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C