Log in

Panen Raya Jagung Masa Covid di Karo, Bukti TNI-Polri Kompak Dukung Ketahanan Pangan

 Bupati Terkelin Brahmana bersama Kapolres Tanah AKBP Yustinus Setyo, Dandim 0205/TK, Letkol Inf Taufik Rizal Batu Bara meresmikan panen raya jagung mendukung ketahanan pangan sebagai bukti sinergitas TNI-Polri dan Pemkab Karo.(andalas/Robert tarigan) Bupati Terkelin Brahmana bersama Kapolres Tanah AKBP Yustinus Setyo, Dandim 0205/TK, Letkol Inf Taufik Rizal Batu Bara meresmikan panen raya jagung mendukung ketahanan pangan sebagai bukti sinergitas TNI-Polri dan Pemkab Karo.(andalas/Robert tarigan)

Kabanjahe-andalas Potensi Kabupaten Karo sebagai daerah pertanian tertua di Sumatera Utara harus semakin dimaksimalkan untuk mendukung program ketahanan pangan masa pandemi Covid-19. Terlebih lagi Kabupaten Karo adalah penyumbang terbesar produksi jagung di Sumut

Selaras dengan acara bertajuk 'Masyarakat Produktif Wujudkan Ketahanan Pangan' yang merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Joko Widodo. Acara Panen Raya Nusantara ini juga sebagai bentuk sinergitas TNI-Polri sebagai penggerak dan pendorong membantu ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH mengatakan, panen raya jagung hari ini menjadi bukti kesungguhan TNI Polri untuk mendukung pemerintah dalam program ketahanan pangan di tengah masa-masa sulit saat ini. Pandemi Covid-19 telah berdampak signifikan terhadap tatanan global dalam bentuk permasalahan kesehatan dan ekonomi yang kita rasakan semua dampaknya.

Hal itu diungkapkan Bupati Karo di sela acara panen raya jagung, bersama Dandim 0205/TK, Letkol Inf Taufik Rizal Batu Bara, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo SH Sik, Kajari Karo diwakili Kasipidum Firmansyah Siregar, Kadis Ketahanan Pangan, Ir Paten Purba, Kepala Dinas Pertanian Ir Metehsa Purba, Kepala Dinas Perikanan Sarjana Purba, Camat Tiga Binanga Membela Tarigan, Danramil Letda Inf M Sembiring, Kapolsek Tiga Binanga Iptu Pol Bengkel Ginting, Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Karo, Frans Leonardo Surbakti, S.STP Kamis (09/07/2020) di desa Kuta Bangun Kecamatan Tiga Binanga.

Bupati Terkelin Brahmana lebih jauh dalam arahannya mengatakan, inovasi dan terobosan seperti inilah yang diharapkan mampu membangkitkan semangat masyarakat sebagai energi positif memecah kebuntuan terjadi."Saya yakin ini akan berjalan dengan baik berkat kerjasama antara Polri TNI dan unsur Forkopimda Kabupaten Karo terkait serta dukungan masyarakat agar terciptanya ketahanan pangan yang kita inginkan bersama di daerah kita ini,"sebutnya. Terkelin Brahmana.

Karo Penyumbang Terbesar Jagung di Sumut

Menurut bupati, luas lahan tanaman jagung di Kabupaten Karo, 92.000 hektare dan produksi rata-rata 7–9 ton per hektare, maka produksi jagung dari Kabupaten Karo diperkirakan 644.000 ton per sekali panen. Dengan jumlah ini, maka Karo penyumbang terbesar produksi jagung di Sumut. "Maka tak heran kalau Pemkab Karo sangat memperhatikan petani jagung yang tersebar di tujuh kecamatan,"ujar Terkelin.

Disebutkannya, Kabupaten Karo penyumbang terbesar komoditas jagung di Sumatra Utara (Sumut). Petani jagung di daerah itu tersebar di tujuh kecamatan, yakni Tigabinanga, Munte, Juhar, Lau Baleng, Mardinding, Kutah Buluh dan Barus Jahe memiliki luas lahan 92.000 hektare.

Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo mengaku program "Panen raya, tebar benih, baksos kampung tangguh Nusantara” jajaran Polres Tanah Karo telah melakukan terobosan dengan menggandeng petani, pengusaha bahkan Babinsa dan Babikamtibnas bersinergi dalam mengelola pemanfaatan lahan kosong menjadi produktif untuk mewujudkan masyarakat produktif melalui penanaman jagung.

Kapolres Siapkan Lahan 14 Ribu Ha

Tidak tanggung-tanggung, menguatkan ketahanan pangan masa pandemic Covid-19, Kapolres mengaku sudah mempersiapkan lahan seluas 14 ribu hektare, untuk tanam jagung. Diuraikannya, untuk hasil panen per/haktare dapat menghasilkan jagung 9 ton, dengan total produksi jagung se-KecamatanTtiga Binanga 125 ribu ton dalam kondisi saat musim panen."Sedangkan, dalam satu tahun petani bisa dua kali panen raya,"sebut AKBP Yustinus Setyo.

Untuk harga jagung saat ini sesuai niat beli masyarakat di pasar dijual Rp2.800-3.000 per kilogram. Sedangkan harga normal yang diinginkan masyarakat petani, seharusnya 3500-3800 per kilogram. Namun ditahun 2019 lalu, sesuai data dan informasi, sambung Kapolres Yustinus harga jual jagung sempat tembus Rp 4000 per kilogram.

Hal senada dikatakan Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara. Dia mengaku sangat mengapreisasi program ketahanan pangan masa Covid-19 yang dimotori Polres Tanah Karo.”Dalam menghadapi sejumlah tantangan dalam mewujudkan kedaulatan pangan., pemerintah kerap menghadapi dilema ketika harga pangan menurun (berfluktuasi-red). Hal ini salah satu faktor keterbatasan lahan pertanian, dan perubahan iklim,” ungkapnya.

Namun, upaya menggenjot produktivitas komoditas pangan dan merealisasikan target swasembada pangan tak bisa sepenuhnya bergantung kepada negara."Pemerintah pun mendorong kerja sama dengan pengusaha, petani dan stakeholder lainnya, untuk mewujudkan ketahanan pangan,"kata Dandim. (RTA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C