Log in

Pedagang Pasar Baru Demo di Kantor Bupati Madina

Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution saat menjumpai dan menanggapi tuntutan massa APPSINDO yang berunjuk rasa di halaman Kantor Bupati Madina, Senin (24/2). Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution saat menjumpai dan menanggapi tuntutan massa APPSINDO yang berunjuk rasa di halaman Kantor Bupati Madina, Senin (24/2).

Madina-andailas Puluhan warga perwakilan pedagang korban kebakaran Pasar Baru Panyabungan, melalui Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan aksi demo ke Kantor Bupati Madina, menuntut kepastian relokasi tempat mereka berjualan, Senin (24/2).

Ada 7 poin tuntutan dibacakan Khollad Daulay, Sekretaris APPSINDO antara lain meminta kepada Pemkab Madina menyediakan tempat relokasi tanpa bangunan bagi pedagang penyewa, seperti halnya pedagang kaki lima. Minta penundaan relokasi hingga seminggu sesudah Idul Fitri.

Meminta kejelasan tempat bagi pedagang kaki lima sesuai data yang jelas. Mengkaji kembali relokasi pedagang ruko dinilai kurang pas. Minta tempat pedagang mingguan dan pedagang bukaan bulan ramadhan. Minta akses jalan ke tempat ibadah serta akses jalan penerangan ke tempat relokasi.

Usai menyampaikan sejumlah tuntutan, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution didampingi Asisten II Setdkab Madina Ismail Lubis dan Kepala Dinas Perindag Madina Jhon Amriadi menanggapi tuntutan pengunjuk rasa. Bupati mengatakan akan mengambilalih persoalan pedagang pasar baru.

"Tidak boleh ada masyarakat pedagang yang dibebankan pungutan, lusa saya undang perwakilan pedagang bersama tim relokasi untuk membicarakan semua persoalan relokasi pedagang," tegas Bupati di hadapan perwakilan pedagang.

Usai mendengarkan tanggapan dari Bupati Madina, puluhan warga perwakilan pedagang korban kebakaran Pasar Baru Panyabungan kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Sementara itu, menanggapi tuntutan pengunjuk rasa, Kepala Dinas Perdagangan Madina Jhon Amriadi kepada andalas mengatakan, untuk tempat bagi penyewa sudah ada dalam keputusan Bupati Madina No 511/1024/K/2019 tentang mekanisme pelaksanaan relokasi dan desain bangunan kios bagi pedagang yang menjadi korban dan atau mengalami dampak kebakaran pasar baru.

Sedangkan terkait permintaan untuk lokasi relokasi akan di pertimbangkan setelah selesai relokasi yang menerima bantuan sosial. "Untuk penundaan pemindahan pedagang ke tempat relokasi tidak bisa lagi karena sesuai dengan anggaran pasar baru yang bersumber dari APBN, pembangunannya mulai Juni-Desember 2020," ujarnya.

Jhon Amriadi menyebutkan, untuk data pedagang kaki lima di pasar baru Panyabungan sebelum kebakaran terdapat 286 pedagang. Sedangkan yang sudah di pindahkan ke relokasi lintas barat sebanyak 169 pedagang. Sedangkan pedagang yang belum relokasi sebanyak 117. "Sebelum dilaksanakan pemetaan relokasi, pedagang ruko telah berkonsultasi dengan Dinas Perdagangan," ujarnya.

Sementara untuk pedagang mingguan atau pedagang setiap hari Kamis, sudah ditempatkan pada pasar pagi dan lintas barat. Dan untuk tempat jajanan buka puasa 2020 akan di lakukan rapat sebelum Ramadhan.

 "Untuk akses jalan ke tempat beribadah tim relokasi akan membukakan ruang atau lorong menuju Musholla Nova Baru. Untuk akses jalan dan lampu, sesuai dengan perintah Bupati sudah ditindaklanjuti Dinas PUPR Madina. Sedagkan untuk penyambungan air bersih, Dinas Perdagangan telah menyurati intansi terkait untuk merampungkan hal itu," tandasnya. (JBL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px