Log in

Pupuk Langka, Petani di Dairi Meradang

Rini Purba, melakukan pemupukan padi berusia satu minggu pasca tanam di persawahan Juma Ramba Desa Pegagan Julu 6, Jumat (20/9). Dia mengaku terpaksa menggunakan pupuk non subsidi menjaga pertumbuhan tanaman. Rini Purba, melakukan pemupukan padi berusia satu minggu pasca tanam di persawahan Juma Ramba Desa Pegagan Julu 6, Jumat (20/9). Dia mengaku terpaksa menggunakan pupuk non subsidi menjaga pertumbuhan tanaman.

Sidikalang-andalas Kelangkaan pupuk bersubsidi membuat petani di Kabupaten Dairi meradang karena harus menggunakan pupuk non-subsidi yang harganya melambung hingga dua kali lipat lebih mahal.

Rini Purba (45) ditemui di area persawahan Juma Ramba Desa Pegagan Julu 6, Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi,  Jumat (20/9), megeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi. Rini mengaku terpaksa harus menggunakan pupuk non-sibsidi menjaga pertumbuhan padi sawah miliknya yang berumur satu minggu pasca tanam.

"Biasanya, pupuk bersubsidi jenis urea di Sumbul dibeli seharga Rp110 ribu per zak, sementara non-subsidi seharga Rp270 ribu. Kondisi sekarang yang subsidi habis sehingga mau tidak mau harus pakai non subsidi karena tanaman harus dipupuk," sebutnya.

Intinya, menggunakan pupuk non-subsidi karena tidak punya pilihan lain. Ditanya tentang kepemilikan kartu tani, Rini menyebut masih dalam proses pendaftaran. Disebutkan, yang terdaftar di kelompok tani atas nama suami. "Proses pendaftaran agak terlambat karena suami kurang sehat," tambahnya.

Dalam siaran pers Pemkab Dairi disampaikan Plt Kabag Humas dan Protokoler, Palti Pandiangan, Senin (16/9) lalu, Kepala Dinas Pertanian Dairi Herlina Tobing mengakui alokasi pupuk subsidi tahun 2019 sudah habis. Kondisi sedemikian diakibatkan jatah untuk Kabupaten Dairi jauh lebih rendah dibanding kebutuhan.

Sekaitan itu, Bupati Dairi mengajukan penambahan alokasi kepada Kementerian Pertanian dan Gubernur Sumatera Utara. Secara lisan permohonan disetujui, namun belum terealisasi lantaran Surat Keputusan belum terbit.

Herlina Tobing meminta petani di Dairi bersabar. Bahkan petani diminta menunda penanaman padi dan jagung hingga pupuk direalokasi. Sementara petani yang sudah terlanjur tanam, diminta menggunakan pupuk non subsidi.

Ironisnya, tidak dijelaskan kapan akan terealisasi dan hanya menyebut yakin realokasi akan turun dalam waktu dekat. (GOL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px