Log in

Pengusaha Kuliner Daging Babi Keluhkan Pembeli Sepi


Medan-andalas Pengusaha kuliner di Kota Medan yang spesialis menggunakan daging babi dalam menu masakannya, mengeluhkan semakin sepinya pembeli sejak merebaknya wabah hog cholera yang mengakibatkan puluhan ribu ekor babi di Sumatera Utara (Sumut) mati.

"Pembeli takut terkena penyakit kolera babi jika mengonsumsi mi goreng dengan campuran daging babi," kata Maruba Pasaribu (39) pemilik restoran mi spesialis daging babi di Jalan Rakyat, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Perjuangan, Kota Medan, Senin (9/12)    

Menurut Maruba, rasa takut pembeli mi goreng dan mi lainnya itu terlalu berlebihan, karena sebenarnya virus kolera babi tidak menular kepada manusia. Apalagi daging babi yang dia sajikan sebagai tambahan ke mi goreng masakannya dibeli dari tempat resmi yang sudah diuji kesehatannya.

"Tidak mungkin pedagang menjual daging babi yang mengidap kolera babi. Bila ada dampak negatif  terhadap kesehatan manusia, tentu akan menjadi preseden buruk ke depan terhadap penjualan daging babi," ungkapnya.

Dia mengaku sebelum virus kolera babi merebak, biasanya sehari dia dapat menjual minimal 80 porsi mi goreng. Namun saat ini hanya bisa menjual maksimal 50 porsi dengan harga Rp15.000 per porsinya.

Padahal sehari harusnya ia bisa menjual minimal 70 porsi sehari agar usaha restorannya  tidak merugi. "Saat ini jangan kan untung, bisa kembali modal saja sangat susah," keluhnya.

Maruba kembali meyakinkan pembeli bahwa tidak ada dampak penyakit kolera babi terhadap daging babi yang dicampur ke mi goreng.

"Hanya saja pembeli merasa ketakutan. Padahal mengonsumsi mi goreng dan mi lainnya yang dicampur dengan daging babi yang sehat, tidak ada dampak yang perlu dikhawatirkan. Daging babi yang kami campurkan ke mi, semuanya sehat dan higienis," ucap Maruba Pasaribu yang juga mewakili para pengusaha restoran mi spesialis daging babi di Medan. (DP)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C